Dari proposal diajukan oleh FIFA mengenai agenda Piala Dunia 2 tahunan. Perubahan tersebut juga dinilai memberikan kerugian terhadap sepak bola domestic besar.

Keadaan tersebut, diperkirakan akan memberikan banyak perubahan ketika nantinya sedang bertanding.

Maka dari itu, tidak heran jika banyak yang memberikan komentar mengenai perubahan sedang diusulkan tersebut.

Jika nantinya dilakukan pertandingan dalam periode waktu 2 tahun sekali tersebut.

Dimungkinkan lebih banyak biaya dikeluarkan untuk bisa bertanding secara maksimal bagi berbagai klub kelas atas.

Keadaan ini, dapat merugikan sepak bola kelas domestic juga UEFA di mana kerugian ditafsirkan hingga sebanyak $ 9 Bilion.

Setiap sesi ditampilkan ketika berada pada layar TV juga masuk di perhitungan.

Untuk match day sendiri, nantinya akan ada banyak perjanjian dilakukan selama laga dilangsungkan.

Hal tersebut, tentu saja menjadi sebuah rumor sedang banyak berbedar di kalangan masyarakat saat ini.

Ketika pertandingan kelas internasional tersebut lebih sering dilakukan, maka akan memberikan pengaruh besar.

Mulai dari berbagai klub kelas internasional nantinya juga akan mengamai pertambahan sendirinya.

Gianni Infantino Presiden FIFA

Selain itu, keadaan ini juga merubah untuk liga nasional nantinya dilakukan.

Untuk jumlah tim bersaing, mungkin akan mengalami perubahan berupa pengurangan di dalamnya akibat kompetisi internasional.

Pengurangan jumlah tim yang bermain di dalam pertandingan.

Akan memberikan sebuah pergerakan cukup signifikan pada laga, sehingga mungkin saja bisa terjadi pergeseran jam kerja setiap pemain.

Perubahan Agenda Piala Dunia 2 Tahunan Hangat Diperbincangkan

Biasanya, untuk permainan yang hanya dilakukan pada akhir pekan saja.

Mungkin, juga akan mengalami perubahan dengan bergeser bertanding di hari kerja biasa ketika jadwal lebih padat.

Padatnya jadwal bertanding, juga dinilai tidak efektif karena akan membuat para pemain kelelahan.

Meskipun begitu, terdapat sisi positif berupa banyak pemain baru dapat menggantikan anggota tim lainnya.

Keadaan tersebut, juga memberikan peluang bagi anggota tim lainnya agar dapat menampilkan kemampuan mereka.

Meskipun begitu, jika dilihat kembali, ada banyak kerugian didapatkan saat dilakukan perubahan.

Ketika nantinya dilakukan pada periode 2 tahun sekali, maka untuk dana dikeluarkan juga lebih banyak.

Saat dana dibutuhkan ini lebih banyak, kemungkinan juga bisa memotong pendapatan setiap klub.

Selain itu, jika terlalu sering dilakukan pertandingan, dikatakan juga akan memukul minat penonton pada laga.

Keadaan ini, bukan merupakan hal yang baik, di mana penonton merupakan salah satu penghasilan laga.

Ketika semakin banyak penonton, maka uang didapatkan dari hasil penjualan tiket tribun semakin banyak.

Penjualan tiket dan stuf lainnya, memberikan tambahan pendapatan untuk setiap klub ikut bertanding.

Minat penonton yang menurun akibat terlalu seringnya diadakan laga sepak bola kelas internasional dianggap tidak efektif.

Oleh karenanya, dalam agenda Piala Dunia 2 tahunan masih cukup diragukan banyak pihak.

Presiden Sepak Bola Mendiskusikan Periode Piala Dunia

Dari Gianni Infantino, masih melakukan diskusi mengenai penyelenggaraan sepak bola dalam siklus dua tahun bukan 4 tahun lagi.

Keadaan tersebut, tentu saja masih sangat seru untuk diperbincangkan secara luas.

Dari Arsene Wengar sebagai mantan manajer di Arsenal, serta saat ini menjabat sebagai kepala pengembang global FIFA.

Juga memberikan masukan agar laga segera dilakukan untuk mengurangi jeda internasional kualifikasi.

Padahal jeda istirahat diberikan, untuk mengurangi kelelahan mungkin saja dialami oleh pemain.

Seperti yang sudah diketahui, selain laga internasional, masih ada berbagai macam laga lainnya juga dilakukan.

Oleh karena itu, untuk agenda 2 tahunan masih banyak diperbincangkan kembali.

Penyusunan secara matang jadwal pertandingan kelas internasional ini, masih harus dilakukan penataan ulang kembali.