Pemain sepak bola berkebangsaan Italia, Davide Zappacosta pindah ke Atlanta. Ia bermain di posisi bek kanan klub Genoa dengan status pinjaman dari Chelsea. Davide juga termasuk dalam tim nasional sepak bola Italia.

Davide Zappacosta Pindah Setelah 4 Tahun di Chelsea

Sudah bersama Chelsea sejak tahun 2017 yang lalu, Davide Zappacosta akhirnya memutuskan untuk pergi dari The Blues secara permanen. Ia akan pulang ke kampung halaman, Italia.

Kembali ke kampung halaman, bukan berarti Davide menyerah akan karirnya. Pemain berusia 29 tahun ini ternyata sudah dipinang oleh klub Atalanta dengan mahar seharga 10 juta Euro.

Kontrak bersama Atalanta akan berakhir hingga Juni 2025. Syarat-syarat personal sudah terpenuhi, tinggal menunggu hasil tes kesehatan selesai. Jika rampung, peresmian kedatangan Davide tinggal menunggu waktu.

Davide Menghentikan Masa Ketidakpastiannya

Pemain satu ini bisa berada di posisi bek sayap maupun full-back. Ia memiliki gabungan kekuatan keakuratan, kualitas bertahan dan menyerang. Davide juga mahir memberikan umpan silang dari kanan.

Meski hampir empat tahun bersama Chelsea, pemain bernomer punggung 21 di The Blues memutuskan membela klub lamanya. Setelah dipinjamkan ke sana kemari, ia menghentikan masa ketidakpastiannya selama dua musim terakhir.

Alasan Davide Zappacosta Pindah ke The Blues

Bergabung dengan Chelsea dari klub sepak bola Torino, Davide Zappacosta pindah dan direkrut langsung oleh Antonio Conte yang saat itu melatih The Blues. Bukan tanpa alasan, ini karena Antonio terpukau oleh permainannya.

Dengan bakat yang dimiliki, tidak butuh waktu lama untuk memberikan dampak besar di Stamford Bridge. Penampilan perdana Zappacosta pada musim. 2016/17 sudah mendapatkan empat caps sesaat mendarat di Chelsea.

Setelah melakukan debut perdana sebagai pemain pengganti saat pertandingan melawan Leicester, Zappacosta kembali mencetak gol mengangumkan. Di menit pertama, berlari dari pinggir lapangan, ia menyepak keras menuju gawang Qarabag.

Namun gemilangnya harus memudar ketika Antonio keluar setelah setahun berselang dari kedatangannya. Permainan Zappacosta semakin turun jauh saat Maurizio Sarri masuk sebagai pelatih Chelsea yang baru.

Hingga dua musim terakhir, situasi semakin parah karena tidak dipakai Frank Lampard sama sekali. Ia dipinjamkan pada AS Roma di tahun 2019 dan setahun kemudian giliran klub Genoa yang meminjam.

Sempat kembali ke Stamford Bridge menjalani pramusim di bawah pelatih Thomas Tuchel, ia ragu menjadi bagian dari pilihan sang pelatih. Dan terbukti, Zappacosta tidak termasuk dalam skuad musim 2021/22.

Perjalanan Karir dari Seorang Zappacosta

Memiliki energi dan stamina besar, Davide Zappacosta bisa bermain 90 menit dalam pertandingan serta mampu kembali ke posisi bertahan. Ia terkenal karena sikap tenang dan cepat disituasi satu lawan satu.

Memulai karir sejak tahun 1998, ia bergabung bersama klub sepak bola junior Sora. Lalu di 2008, mulai memasuki klub sepak bola kasta keempat, Isola Liri.

Tahun 2011, Davide Zappacosta pindah menerima tawaran dari klub Atalanta dan memasuki Serie A, sebuah ajang sepak bola bergengsi di Italia. Tidak lama, menjadi pemain regular tim utama sepanjang musim 2014/15.

Karena penampilan yang memukau, Davide Zappacosta kembali mendapat tawaran dari Torino, salah satu klub sukses dalam sejarah Italia. Pertandingan cerdasnya di Turin mampu membuat Antonio Conte melayangkan tawaran.

2018/2019, Zappacosta tampil sebatas piala domestik dan liga Europa. Walau demikian, kecepatan dan kiriman bola-bola berbahaya dari sisi sayap sangat mengesankan. Melawan Derby County, dua umpan silangnya membuahkan gol kemenangan.

Dua musim terakhir ia lebih sering muncul sebagai pemain cadangan. Bahkan di final Liga Europa, masuk ke pertandingan setelah kedudukan aman. Klub Atalanta sendiri juga bukan tempat asing bagi Davide.