Federasi Rusia Laporkan FIFA dan UEFA ke Pengadilan Olahraga – Timnas Rusia dikeluarkan dari kompetisi Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan oleh FIFA. Hal tersebut dilakukan oleh FIFA akibat dari invasi Rusia terhadap Ukraina membuat peperangan ini berdampak pada timnas.

Akibat pemberian sanksi tersebut, banyak pihak menyayangkan keputusan FIFA karena dinilai tidak adil. Pasalnya, sebelum Rusia menginvasi Ukraina sudah ada konflik lain seperti Israel dengan Palestina tapi dibiarkan saja.

Dalam dunia sepak bola, harusnya tidak pernah mengusik kepentingan politik, hasilnya seperti tadi. Larangan bermain Rusia di Piala Dunia 2022 membuatnya harus gugur secara otomatis dengan status walkout.

Diskualifikasi yang dilakukan FIFA terhadap timnas Rusia membuat federasinya membuat pengaduan ke pengadilan olahraga. Di mana Rusia seharusnya akan melawan Polandia dalam lanjutan play-off Piala Dunia 2022 zona Eropa.

Penyingkiran terhadap Rusia membuat timnas Polandia langsung masuk ke babak final play-off. Dampak invasi yang dilakukan Rusia membuat timnas maupun klub-klub mereka tidak bisa bermain di kompetisi FIFA atau UEFA.

Federasi Rusia Laporkan FIFA dan UEFA

Rusia yang dikucilkan oleh FIFA dan UEFA membuat federasi memutuskan menyeret kasus ke pengadilan olahraga. Boikot yang dilakukan dari FIFA maupun UEFA terhadap Rusia membuatnya geram dan banyak dirugikan.

Sepak bola menjadi olahraga yang paling dikenal luas oleh masyarakat, terutama pada wilayah benua biru. Pemboikotan Rusia tidak boleh ikut kompetisi internasional menciptakan kasus semakin memuncak dan terjadi pengaduan.

Rusia Membawa Kasus ke Pengadilan Arbitrase Olahraga

Diketahui pada Kamis malam (10/3/2022), keputusan pengadilan arbitrase olahraga bisa keluar beberapa hari ke depan. Sebab banyak timnas negara-negara di Eropa tidak ingin bertanding lagi dengan Rusia.
Invasi yang dilakukan pemerintah Rusia sebenarnya hanya dilakukan terhadap Ukraina supaya tetap netral dan tidak bergabung NATO. Namun Ukraina tetap ingin bergabung dengan NATO, alhasil presiden Rusia Vladimir Putin geram.

Di tengah invasi Rusia terhadap Ukraina, banyak negara yang mengecam timnas Rusia serta tidak ingin bertanding melawannya lagi. Alhasil federasi sepak bola di Rusia membawa kasus ini ke pengadilan resmi. Kasus yang dibawa ke pengadilan bertujuan supaya Rusia menerima keadilan di dalam dunia sepak bola. FIFA dinilai menjadi biang keladi dari penolakan bertanding negara lain dengan timnas Rusia.

Beberapa negara yang menolak tanding bersama Rusia seperti Polandia sebagai musuh play-off Piala Dunia. Kemudian terdapat calon lawan ketika Rusia mampu mengalahkan Polandia yaitu Ceko atau Swedia, namun menolak bertanding.

Proses Banding Rusia Minta Ganti Rugi

Timnas Rusia dirugikan akibat penolakan beberapa negara untuk bertanding dalam lanjutan play-off Piala Dunia Qatar 2022. Proses kasus di pengadilan olahraga menyeret FIFA hingga federasi Poandia, Ceko, dan Swedia.

Pemboikotan dari FIFA dan UEFA untuk tim sepak bola asal Rusia membuat tuntutan berupa ganti rugi. Sebab akibat pencekalan seluruh tim Rusia yang tadinya bermain di pertandingan internasional kini berhenti.
Baik tim nasional sepak bola Rusia wanita maupun laki-laki atau setiap klub, mereka sangat dirugikan akibat keputusan ini. Agar diselesaikan secara cepat, kasus ini harus ditangani oleh seluruh pihak terkait.

Penggemar sepak bola pasti sudah tahu bahwa Rusia menjadi mantan tuan rumah Piala Dunia 2018. Dari empat tahun yang lalu, Rusia membuktikan bahwa federasi mereka juga berperan penting bagi dunia.
Alasan lainnya ketika federasi sepak bola Rusia melaporkan UEFA serta FIFA karena seluruh orang asal Rusia di negara-negara Eropa diboikot. Seperti contohnya Roman Abramovich yang asetnya dibekukan oleh pemerintah Inggris.

FIFA dan UEFA memutuskan secara bersamaan bahwa Rusia tidak boleh ikut kompetisi di bawah keduanya. Patut ditunggu proses banding yang dilakukan oleh federasi Rusia akibat kerugian dalam dunia sepak bola.