FIFA atau Federasi Sepak Bola Dunia tetap membuat penggalang dukungan agar piala dunia dua tahunan. FIFA juga menggelar pertemuannya dengan 211 federasi sepakbola.

Mengumpulkan Dukungan Terhadap Rencana Piala Dunia Dua Tahunan

Hal tersebut dilakukan sebagai mengumpulkan dukungan bertujuan agar rencana menggelar ajang sepak bola terbesar FIFA setiap 2 tahun dapat terjadi.

Walaupun hal itu bertentangan dengan pihak Eropa. Pertemuan puncak tersebut diadakan secara online.

Dalam pertemuan tersebut membahas mengenai kalender internasional dalam sepakbola wanita dan pria setelah 2024.

Badan sepakbola dunia tersebut juga membuka semua skenario. Tetapi FiFA mulai aktif membahas kelangsungan pertandingan.

Dalam beberapa minggu, FIFA aktif dalam membahas gagasan mengenai Piala Dunia dua tahunan dibandingkan menggelar kompetisi 4 tahun sekali.

Gagasan tersebut dilontarkan oleh Sepp Blatter saat tahun 1999.

Sepp Blatter
Sepp Blatter

Selanjutnya, dapat dihidupkan kembali pada awal tahun oleh Arsene Wenger sebagai mantan manajer yang dimiliki Arsenal.

Tetapi kini ia menjadi kepala pengembangan sepakbola global milik FIFA.

Rencana tersebut menjadi topik hangat saat mengingat kepentingan berbeda sedang dipertaruhkan antara timnas maupun klub.

Tidak hanya itu, tetapi juga liga domestik hingga kompetisi internasional.

Wenger juga menyarankan bahwa turnamen internasional tersebut diadakan setiap tahun, yaitu bergantian antara acara kontienental dengan piala dunia. Seperti halnya kejuaraan copa Amerika serta Eropa.

FIFA Melakukan Pertemuan

Adanya federasi nasional mempunyai 1 suara dalam kongres FIFA. Rencana tersebut berkaitan dengan perspektif dalam peningkatan pendapatan dari ajang ini lebih teratur agar merayu beberapa orang Asia, Afrika maupun Oseania.

Akan tetapi pihak FIFA serta presidennya bernama Gianni Infantino Tidak dapat hanya mengandalkan hal itu.

Mereka juga baru memanggil mantan pelatih serta pemain legendaris yang memiliki bayaran menjadi duta besar.

Bahkan sebelum bulan desember, badan sepakbola dunia tersebut merilis hasil studi dalam mengetahui kelayakan online dengan melibatkan 15.000 penggemar bola.

Namun 55% mendukung pagelaran olahraga ini lebih sering dibanding 4 tahunan.

Tetapi, garis perlawanan rencana badan sepakbola dunia tersebut terus berulir hal tersebut dipimpin oleh Amerika Selatan(Conmebol) dan UEFA.

Termasuk juga perwakilan liga seluruh dunia serta klub-klub yang terkemuka di Eropa.

Mereka juga mengancam akibat kurangnya konsultasi, mengingat bahwa pertandingan sepakbola Piala Dunia dua tahunan dapat menganggu kalendernya.

Bahkan dapat memaksa klub melepaskan pemainnya agar bertugas secara internasional lebih sering.
Adanya Kekhawatiran Terkait Kesehatan.

Namun, dilain sisi terdapat kekhawatiran yang dikemukaan mengenai kesehatan fisik juga mental para pemain.

seperti dalam serikat pemain global menunjukkan adanya batas fisiologis yang dialami pesepakbola.

Hal tersebut juga dilontarkan oleh Asosiasi klub Eropa bahwa rencana FIFA dapat melemahkan nilai serta makna kompetisi negara dan klub.

Bahkan bisa mengurangi serta bertentangan dengan sepakbola pria dan wanita.

Bagi yang menentang adanya ide bahwa pertandingan tersebut sangat langka.

Namun, jika diadakan 2 tahunan maka dapat menurunkan pamornya.

Hal tersebut juga sangat sulit bagi beberapa asosiasi untuk mengikuti kompetisinya.

Sedangkan Infantino berharap bahwa keputusan bisa diambil akhir tahun ini. Ia juga memutuskan memungut suara sederhana dari federasi tingkat nasional.

ECA menuduh FIFA Sudah Melakukan Pelanggaran Langsung

Dimana hal itu mengacu pada kesepakatan yang disebutkan dalam nota kesepahaman hingga berlaku sampai 2024.

Termasuk dalam persetujuan bersama terhadap kalender internasional. 247 klub juga diwakili ECA memiliki potensi unggulan.

Mereka menjadi majikan oleh banyak pemain yang masih terlibat turnamen internasional serta bisa dengan mudah menolak melepaskan mereka.

Hal tersebut hingga saat ini agar hasil bisa diputuskan akhir tahun ini.