Sebagai salah satu klub sepak bola besar kelas internasional, Manchester City dikatakan akan sulit mempertahankan gelar juara di Liga Inggris 2021-2022. Laga mendatang tersebut menjadi salah satu yang sulit dimenangkan.

Manchester City akan tanding tanpa striker berkelas

Pada tanggal 15 Agustus mendatang mereka akan bertanding melawan Tottenham Hotspur. Skuad Pep Guardiola nantinya akan bertanding tanpa menggunakan striker berkelas di dalam tim mereka.

Tentu saja, ini menjadi hal baru di mana mereka tidak memiliki skuad penyerang dengan potensi tanding menawan. Masalah tersebut menjadi hal paling utama sedang hangat dibahas para pencinta sepak bola.

Sebenarnya, keadaan tersebut dapat segera diatasi oleh pelatih dengan ikut pada bursa transfer pemain. Untuk bursa transfer pemain sendiri nantinya akan ditutup pada tanggal 31 Agustus tahun 2021.

Kedatangan Harry Kane masih dalam wacana

Meskipun masih ada sisa waktu ini, rupanya The Citizen masih belum terlihat akan mendatangkan pemain striker dari skuad lain. Striker yang mereka incar seperti Harry Kane cukup sulit untuk didapatkan.

Sang striker sendiri tentu akan kesulitan pergi dari Tottenham Hotspur karena sudah menjadi andalan. Sedangkan dari The Citizen menginginkan Harry agar dapat bergabung bersama dengan skuad mereka.

Harry kane
Harry Kane, pict source: google

Tidak memiliki striker ganas menjadi alasan utama dari tim Manchester City kesulitan melakukan pertandingan. Setelah Sergio Aguero berpindah di Barcelona mereka sudah tidak memiliki striker ganas.

Meskipun masih ada Gabriel Jesus, namun Pep lebih sering menggunakannya di sayap kiri. Meskipun sudah mendatangkan Jack Grealish dari Aston Villa namun untuk penyerangan masih memiliki posisi kosong.

Keterlambatan dalam Bertanding di Man City

Diketahui jika sebanyak 14 pemain dari Manchester City diharuskan untuk bertanding bersama dengan negaranya. Mereka bertanding pada Piala Eropa 2020 bersama negara masing – masing sebelumnya.

Untuk Gabriel Jesus juga Ederson dikatakan akan bermain pada ajang turnamen Copa America. Setelah bertanding bersama dengan negaranya tersebut, pemain akan diberikan waktu istirahat usai laga berakhir.

Waktu istirahat ini akan berakhir pada hari Senin tanggal 16 Agustus 2021 mendatang. Tentu saja, ini membuat Guardiola cukup kesulitan untuk mendapatkan pemain – pemain terbaik agar bertanding nantinya.

Padahal pemain yang dibutuhkan harus bertanding pada tanggal 15 Agustus di hari Minggu melawan Tottenham Hotspur. Selain itu, salah satu pemain sedang menjalani karantina yaitu Aymeric Laporte tidak dapat bertanding.

Melihat keadaan tersebut, diperkirakan sejumlah sembilan orang pemain dari The Citizen tidak dapat bertanding. Untuk Kevin De Bruyne serta Phil Foden sedang menjalani pemulihan pasca cidera dialami.

Baca juga : Alasan Paris Saint Germain Sulit Menjuarai Liga Champions 2020-2021

Selain itu, rival dari The Citizen juga menjadi lebih kuat dengan mendapatkan pemain baru seperti Raphel Varane serta Jadon Sancho. Juara dari Liga Inggris 2019-2020 Liverpool rupanya memperkuat lini pertahanan.

Diketahui jika Virgil van Dijk bermain 72 menit saat persahabatan Liverpool bersama Athletic Club. Ibrahim Konate juga menjadi salah satu lini pertahanan kuat dari skuad Liverpool.

Dan juga, dari Chelsea sebagai juara Liga Champions musim sebelumnya di bawah asuhan dari Thomas Tuchel. Strategi permainan mumpuni mereka dibekali dengan mendapatkan pemain pendatang baru Romelu Lukaku.

Fokus Bertanding Pada Liga Champions

Meskipun sudah dekat dengan trofi juara pada laga Liga Champions sebelumnya. Namun The Citizen masih dapat dikalahkan oleh The Blues, sedangkan Guardiola yang sudah di Manchester City sejak tahun 2016.

Liga Champions merupakan satu – satunya gelar yang belum didapatkan Pep Guardiola selama tahun 2016 tersebut. Padahal Guardiola sudah mendapatkan kemenangan sebanyak tiga kali selama 5 tahun tersebut.

Selama 5 tahun bertanding bersama Man City dikatakan jika sang pelatih sudah mulai merasa lelah. Berkarir menjadi pelatih tersebut, The Citizen menjadi skuad paling lama diasuh oleh Pep Guardiola sendiri.