Bos Liverpool Juergen Klopp memberikan kecaman terhadap ajang Piala Dunia setiap dua tahun sekali. Apakah semua hal tersebut demi uang? Masih menjadi sebuah tanda tanya di saat sekarang.

Dari FIFA sendiri juga sudah memberikan pertimbangan durasi dari acara turnamen diadakan tersebut. Pengubahan dari periode dilakukannya penyelenggaraan dari ajang turnamen internasional Piala Dunia setiap dua tahun sekali.

Banyak yang Menentang Piala Dunia Setiap Dua Tahun Sekali

Dari manajer The Reds, yaitu Juergen Klopp sendiri sudah secara terang – terangan melakukan penentangan terhadap ide tersebut. Ia menentang gagasan dari FIFA terhadap penyelenggaraan Piala Dunia setiap dua tahun sekali.

Dikatakan oleh Klopp sendiri, jika ide tersebut tentu saja ditujukan dalam mengeruk keuntungan. Dikatakan jika FIFA hanya ingin mendapatkan keuntungan lebih di dalam ajang turnamen jika diadakan dalam periode tersebut.

Dari FIFA sendiri dimungkinkan hanya menggodok kemungkinan pergelaran Piala Dunia setiap dua tahun sekali sebagai ide dikeluarkan oleh eks Manajer Arsenal. Ide tersebut rupanya dipertimbangan kembali oleh FIFA dan pelatih lainnya.

Dari Arsene Wenger yang memberikan pernyataan tersebut, mengatakan jika pemain dapat berkompetisi lebih simple. Selian itu, untuk kualifikasi Piala Dunia juga tidak perlu melewati batas proses panjang.

Permainan lebih simple dan tidak memberatkan untuk semua pemain tentu lebih mudah. Selain itu, format ini empat tahun sekali ada periode kualifikasi dilakukan mulai dari September hingga November juga Maret.

Ide Dinilai Lebih Efektif Oleh Arsene Wenger

Menjalani kompetisi yang sangat menguras tenaga para pemain melalui laga panjang di Piala Dunia. Tentu saja membuat semua skuad harus berjuang keras di masing – masing kelompok domestic mereka.

Di dalam menjalani laga panjang tersebut, masih diharuskan untuk dapat bertanding secara maksimal. Tentu saja, ini sangat tidak efektif, dan mengharuskan setiap pemain untuk mendapatkan hasil maksimal mereka.

Meskipun begitu, proposal diberikan oleh Wenger telah mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Presiden UEFA yaitu Aleksander Ceferin juga merasa gengsi dari Piala Dunia akan menurun.

Arsene Wenger
Arsene Wenger

Jika dilakukan pada kurun waktu berdekatan, maka gengsi dari ajang turnamen skala internasional tersebut dapat menurun. Sementara dari Klopp melihat dari sudut lain mengatakan rencana tersebut merupakan gagasan konyol.

Rencana diberikan oleh Arsene tersebut dianggap sangat konyol oleh Juergen. Mengubah format laga internasional, dikatakan hanya berfokus untuk mencari keuntungan finansial saja untuk skuad sepak bola.

Ketika ajang Piala Dunia nantinya diadakan selama 2 tahun sekali, kata Juergen maka kompetisi Euro setiap dua tahun juga. Para pemain top akan mengikuti pertandingan dan hanya sempat beristirahat 3 minggu.

Baca Juga : Berita Kualifikasi Piala Dunia Qatar

Ini merupakan sebuah situasi kurang menguntungkan, jika dinilai oleh Juergen untuk para pemain top. Mereka juga hanya dapat mengikuti laga pada musim panas saja di setiap kompetisi Euro diadakan.

Pemain Menjadi Unsur Penting Laga

Di sisi lain, seseorang juga harus lebih memahami mengenai unsur penting dalam laga yaitu pemain. Ketika nantinya bertanding pada sebuah kompetisi, jika tidak ada pemain maka laga tidak dapat berjalan.

Dikatakan oleh Klopp sendiri, jika tidak ada cabang olahraga lain dunia ini yang memiliki tuntutan seperti sepak bola. Dikatakan jika para pemain dituntut untuk dapat bertanding terus tanpa ada hentinya.

Dari semua orang juga telah mengetahui secara pasti, kenapa hal tersebut dapat terjadi. Meskipun banyak yang mengatakan jika hal tersebut untuk memberikan kesempatan menang negara lainnya.

Namun banyak juga yang mengatakan jika laga terus menerus dilakukan karena uang. Demi mendapatkan uang, kompetisi terus dilakukan tanpa memperhatian kondisi dari pemain yang harus tahan untuk terus bertanding.