Dalam kualifikasi Piala Dunia zona Eropa, sudah ada beberapa negara yang lolos ke Piala Dunia. Misalnya timnas Inggris dan Belgia yang dianggap sangat kuat. Bahkan mampu untuk mengisi posisi pertama dalam grupnya masing-masing.

Walau tampil dengan baik, bukan berarti kritik dan kekecewaan tidak keluar. Melainkan banyak pihak menyatakan kalau penampilan keduanya dianggap kurang baik. Padahal mampu lolos langsung tanpa masuk ke babak play-off.

Salah satu alasan kenapa negara ini kurang meyakinkan yaitu karena punya pelatih kurang prestasi. Bahkan dari segi pengalaman dinilai terlalu rendah. Tidak heran jika muncul banyak pemikiran penampilan mereka selanjutnya.

Lolos ke Piala Dunia, Inggris dan Belgia Kurang Meyakinkan

Pelatih pertama yang mendapat sorotan menuju ajang Piala Dunia Qatar adalah Gareth Southgate. Dia sudah melatih The Three Lions setidaknya sejak tahun 2016. Di mana sebelumnya hanya sebagai pelatih sementara.

FA cukup yakin menjadikan Southgate sebagai pelatih utama setelah cukup bagus dalam debutnya. Tidak lain dengan meraih 2 kemenangan dan 1 kekalahan dalam 3 laga. Jadi, kesempatan diberikan membangun timnas.

Hampir 4 tahun menjabat, sebenarnya belum berhasil membawa trofi apapun. Meski begitu tetap mampu membawa Inggris mencapai semi final Piala Dunia 2018 lalu. Bahkan penampilan negaranya tersebut dinilai menawan.

Kemudian untuk tahun 2020 juga membuktikan kalau kualitas Southgate tidak seburuk itu. Apalagi berhasil membawa The Three Lions ke partai puncak euro. Sayangnya berhasil dikalahkan Italia lewat adu penalti.

Ini sudah membuktikan kalau skuat asuhan mantan bek Middlesbrough punya taji cukup baik. Bahkan banyak yang menganggap faktor keberuntungan sangat dibutuhkan. Terutama karena sering kalah melalui babak adu penalti.

Walau prestasinya tidak seburuk itu, tapi para penggemar masih menilai belum cukup. Apalagi ingin segera melihat Inggris menganggak trofi. Terlebih menganggap harga diri sangat besar dengan mendapat gelar.

Bisa dibilang untuk peluang menjuarai World Cup 2022 cukup terbuka. Tapi dengan syarat permainan tim menjadi lebih baik dalam berkombinasi. Terutama dengan maksud mendapatkan poin dan permainan stabil setiap laga.

Hal ini dapat terbantu dengan banyak pemain bintang. Misalnya Harry Kane dan Jadon Sancho pada lini depan. Selain itu ada nama Jordan Henderson, Phil Foden, Jack Grealish atau Harry Maguire.

Jack Grealish

Roberto Martinez Dianggap Kurang Menantang Bagi Belgia

Selain Gareth Southgate, sebenarnya ada pelatih lain cukup disorot meski berhasil lolos ke Qatar. Misalnya Roberto Martinez sebagai pemimpin nahkoda Belgia. Terlebih generasi Red Devils masih dianggap banyak bintang.

Martinez mulai melatih timnas Belgia setidaknya sejak tahun 2016 lalu. Dia menggantikan Marc Wilmots yang tidak berhasil memberi dampak dalam piala eropa 2016. Padahal tahun tersebut kekuatannya juga sangat baik.

Sementara itu prestasi Roberto Martinez bersama Belgia sepertinya masih cukup terhambat. Terlebih hanya berhasil membawa peringkat 3 Piala Dunia 2018. Padahal dianggap mampu lolos final dan berhasil juara.

Khusus untuk Piala Dunia Qatar nanti, peran Roberto Martinez sepertinya masih akan terus diremehkan. Apalagi jika kembali tidak mampu memberi prestasi. Terlebih diharapkan generasi emasnya segera menjadi juara.

Belum lagi Roberto Martinez sebenarnya cukup stabil dalam melatih Belgia. Terbukti karena berhasil menetapkan negara yang dilatih sebagai peringkat 1 FIFA. Pastinya masih sulit bila ingin digusur oleh negara lainnya.

Diharapkan dengan prestasi lumayan pada turnamen sebelumnya ditambah peringkat 1 bisa menjadi juara. Terlebih dengan bantuan Romelu Lukaku dan Kevin de Bryune sebagai bintang. Hasil juara diharapkan dapat dibawa.

Kita bisa menunggu kedua aksi dari masing-masing pelatih timnas Belgia maupun Inggris. Terutama memberikan bukti kualitas dengan meraih gelar juara. Pastinya dapat membungkam segala kritik dan cercaan pendukungnya.