Banyak laporan yang menunjukkan kabar mantan presiden FIFA, Sepp Blatter, mengatakan bahwa dia menyesal telah membawa Piala Dunia 2010 ke Afrika.

Padahal, bisa kita lihat fakta bahwa Pildun 2010 termasuk yang paling diingat. Tetapi apa benar statement tersebut?

Keberhasilan Afrika Selatan dalam dipilih menjadi tuan rumah Piala Dunia lebih dari 10 tahun lalu ini membuat banyak spekulasi apakah ini bisa dikategorikan sebagai event sukses atau tidak.

Spanyol pada akhirnya bisa memenangkan Piala Dunia itu, dan sangat diingat.

Mulai dari lagu utamanya, stadium, bola, semua tampak ikonik, karena semuanya masih dimiripkan dengan budaya Afrika.

Tetapi, ada beberapa laporan tentang mantan presiden Fifa, Sepp Blatter, yang mengatakan bahwa pernah setuju pildun di zona Afrika.

Mantan pemain sepak bola asal Swiss ini mengatakan bahwa hal serupa tidak boleh terjadi lagi.

Tetapi, apakah benar Sepp Blatter pernah mengatakan demikian? Ini yang masih menjadi perdebatan, karena statemen itu masih belum ada bukti yang cukup kuat.

Apa Benar Mantan Presiden FIFA Mengatakan Bahwa Dia Menyesal?

Beberapa tahun yang lalu, saat Afrika Selatan ditunjuk sebagai tuan rumah piala 2010, FIFA sangat mendukung rencana ini.

Karena secara teknis, edisi itu merupakan pertama kalinya turnamen kelas dunia ini diselenggarakan di benua tersebut sejak pertama kali digelar.

Presiden yang menjabat dan menyetujui rencana itu adalah mantan pemain sepak bola Swiss, yaitu Sepp Blatter.

Ia mengatakan bahwa ini akan menjadi sebuah sejarah yang tidak akan bisa dilupakan. Tetapi dari berbagai sumber mengatakan kalau Sepp menyesali hal itu.

“Saya menyesal membawa Piala Dunia ke Afrika, dan itu tidak akan terjadi lagi. Saya bangga terhadap kesalahan itu, yang membuat saya menjadi dibenci oleh para Anti-Afrika di FIFA. Saya diancam dan diberikan informasi propaganda yang membuat nama saya tercoreng”.

Itu adalah sekilas arti dari kutipan yang diklaim dikatakan langsung oleh Sepp Blatter.

Sepp Blatter
Sepp Blatter

Sepp kini berusia 85 tahun dan alasan dia dikeluarkan dari FIFA adalah karena dia mendukung Afsel sebagai penyelenggara, tetapi hal itu langsung membuat para anti-Afrika protes ke dia.

Namun, semua sumber yang mengeluarkan statemen ini tidak mengutip darimana dan kapan Blatter mengatakan hal tersebut.

Namun, dari Podcast bersama Marawa Sports Worldwide South African Podcast, mantan boss FIFA ini mengklaim bahwa itu adalah tuduhan palsu.

Dalam podcast selama 48 menit itu, Sepp Blatter merasa bahwa ia tidak pernah mengatakan kalau dia menyesal.

Dia memang diancam, tetapi dia tidak pernah menyesalinya. Afrika memiliki harapan dan potensi, sehingga ia yakin untuk membawa ajang tersebut ke sana.

Apakah Piala Dunia 2010 Terhitung Sukses?

Menyusul fakta tersebut, banyak yang langsung mencari tahu apakah Piala Dunia 2010 terhitung sukses atau tidak.

Kami bisa katakan tanpa ragu kalau Piala Dunia 2010 pantas dikatakan sebagai salah satu yang paling sukses di dalam sejarah Piala Dunia.

Dari stadium, mereka menggunakan 10 stadium yang mendapat pujian dari semua negara.

Keamanan yang pada awalnya menjadi keraguan dan menjadi bahan pertimbangan bisa dibuktikan oleh penyelenggara dengan otoritas yang tegas dalam menjaga keamanan.

Soal transportasi juga telah terorganisir dengan baik hingga mereka sepakat untuk bekerja sama dengan beberapa negara untuk mensukseskan moda transportasi dan rutenya.

Jadi, Afrika Selatan tidak pantas untuk disesali karena pencapaian yang telah diraih.

Afrika Selatan berhasil menyelenggarakan turnamen kelas dunia paling sukses dalam sejarah, setidaknya salah satunya.

Ini semua bisa mereka dapatkan karena kerjasama. Tetapi klaim Sepp Blatter soal penyesalannya itu salah, dia tidak pernah menyesalinya.