Pertandingan finalissima di stadion Wembley, Italia vs Argentina yang dijalankan pada Kamis 2 Juni 2022 jam 01.45 dini hari. Pertemuan keduanya terjadi saat meraih piala Copa America dan Italia menjadi juara Euro.

Tim nasional Argentina sebelumnya mengalahkan Brazil 1-0 di juara Copa di stadion Maracana. Sementara itu Italia menang juara Euro 2020 di Wembley dan mengalahkan Inggris melalui adu penalti.

Laga pertandingan tersebut mendapat julukan Finalissima dan memberi peluang untuk kedua tim merebutkan piala lagi. Tim nasional Italia harus menelan pil pahit dari pertandingan sebelumnya saat melawan Makedonia Utara.

Dimana laga tersebut merupakan babak play-off dan Italia diprediksi tidak dapat melanjutkan ke world cup Qatar. Namun karena ada momen pemalsuan data dari Ekuador, memungkinkan negara tersebut di diskualifikasi.

Sehingga nantinya Italia dapat menggantikan posisi tersebut tampil di piala dunia 2022. Bahkan dalam pertandingan Argentina melawan Italia memberikan beberapa fakta menarik dan jarang diketahui oleh semua orang.

Fakta Menarik Argentina vs Italia

Dalam laga finalissima antara Italia dan Argentia ternyata menyimpan beberapa fakta yang tidak atau bahkan jarang diketahui orang. Fakta pertama, turnamen ini merupakan laga internasional terakhir bagi Chiellini.

Pada generasinya, bek veteran ini merupakan salah satu player terbaik dari semua pemain dunia. Dengan memakai seragam Azzurri, player 38 tahun tersebut menjadikan Finalismma jadi laga terakhirnya.

Sebanyak 116 performa ditampilkan oleh Chiellini bersama timnas Italia dan tahun 2004 melakukan debutnya. Permainan pertamanya dalam laga persahabatan internasional saat lawan Finlandia dan kemudian ia menjadi kapten di negaranya.

Saat menjabat sebagai kapten di kompetisi Euro 2020, ia berhasil meraih kemenangan dan jadi pemain kunci. Chiellini juga menjadi bagian dari tim Italia dan berada di urutan kedua turnamen 2012.

Selain itu fakta lainnya ialah selama pertandingan Finalissima tidak ada perpanjangan waktu dan dimainkan 90 menit. Meskipun skor seimbang, namun tidak diberikan tambahan waktu dan langsung bertemu untuk adu pinalti.

Finalissima ini diadakan sebagai bentuk kompetisi antarbenua untuk menentukan siapa yang menjadi juara kontinen paling baik. Laga tersebut hanya diselenggarakan di negara Eropa dan Amerika Serikat.

Pertandingan konfederasi biasanya diadakan beberapa bulan sebelum world cup dimulai. Akan tetapi sekarang ini sudah tidak diterapkan lagi dan selama 1997-2020 sudah ada 8 sesi laga tersebut sebelum dibatalkan.

Fakta Seru yang Lainnya

Tidak sedikit orang yang mempercayai apabila turnamen sepakbola yang disebut finalissima ini diadakan sebagai bentuk penghormatan untuk mendiang Diego Maradona. Karena ia sudah menjadi bagian di persepakbolaan Italia-Argentina.

Turnamen tersebut diadakan bukan pertama kalinya tahun 1985, karena seperti pada laga Artemio Franchi Cup 1985. Pada saat itu diselenggarakan sebagai penghormatan untuk Artemio Franchi, mantan presiden UEFA.

Di kompetisi edisi pertama tahun 1985, Prancis menjadi juara dan menang atas Uruguay dengan skor 2-0. Uruguay menang di Copa Amerika tahun 1983 dan Les Blues juara Eropa 1984.

Fakta menarik yang tidak banyak orang tahu dari kompetisi kedua tim nasional tersebut yang lainnya ialah Argentina merupakan juara bertahan. Selama pertandingan finalisimma, Argentina menjadi juara bertahan di tahun 1993.

Itu terjadi ketika Argentina bermain melawan tim nasional Denmark. Untuk edisi terakhir dari laga tersebut dilakukan tahun 1993 antara juara Eropa 1992, Denmark dan Copa Amerika 1991, Argentina.

Beberapa fakta menarik tersebut memang sebagian tidak diketahui banyak orang. Pertandingan keduanya bahkan banyak orang melakukan prediksi siapa pemenang dan yang akan melanjutkan ke piala dunia 2022.