Militer Inggris Akan Membantu Mengamankan Piala Dunia 2022 – The British Royal Air Force dan Royal Navy Inggris telah mengatakan akan membantu fans di yang datang ke Qatar untuk selalu aman. Pemerintah Inggris sendiri yang umumkan kalau dari Menteri Pertahanan, RAF dan Navy akan dikerahkan ke negara tersebut mulai November.

Militer Inggris Akan Membantu Mengamankan Piala Dunia 2022

Piala Dunia tidak akan berjalan lancar jika tidak aman. Pemerintah Inggris bahkan sampai ikut berpartisipasi agar kelancaran yang akan diselenggarakan di Qatar ini dapat terjamin. Mereka melihat kalau hingga saat ini, Qatar belum bisa menjamin level keamanan tertinggi selama Pildun berlangsung.

Pengumuman ini menyusul kritikan fans terkait keamanan di stadion. Apalagi di laga Final UCL kemarin malam, polisi Prancis gagal dengan tegas menahan suporter yang tidak memiliki tiket ke stadion, tetapi memaksa masuk. Sehingga Inggris tidak ingin hal itu terjadi di Pildun.

Ribuan suporter mengakibatkan pertandingan Liverpool vs Real Madrid ditunda 36 menit, dan keramaian di luar stadion sangat luar biasa. Dari sini, Inggris mengatakan kalau mereka akan senang bekerja sama dengan kepolisian Qatar untuk mengamankan Piala Dunia 2022.

Qatar Berani Menjamin Level Keamanan Tertinggi untuk Piala Dunia 2022

Sebelum pemerintah Inggris mengatakan kalau RAF dan Navy akan turun bersama Qatari Air Force dan aparat lain amankan Piala Dunia, Qatar sendiri sudah menjamin keamanan. Sejauh ini, 11 Squadron dan Joint Hawk, serta aparat terlatih lainnya sudah disediakan latihan.

Qatar mengatakan kalau mereka akan selenggarakan Piala Dunia yang aman dan nyaman. Di Qatar nanti, akan ada petugas khusus yang menjadi penjamin keamanan, dan semua ini Qatar sampaikan lewat delegasi Safety & Security Operations dalam konferensi minggu lalu.

Konferensi yang Qatar selenggarakan selama 2 hari itu dihadiri oleh banyak staf Piala Dunia. Sejumlah aktor penting negara, serta penyelenggara. Di dalam konferensi itu, mereka sudah menyinggung soal akan ada bantuan dari sejumlah negara selama Piala Dunia berjalan.

“Qatar sudah memiliki level security yang tertinggi, dan sekarang bisa dibilang sebagai negara yang paling rendah dalam tingkat kejahatan. Kami selalu menerima masukan, sehingga kami bisa lebih menjamin Piala Dunia yang aman untuk para fans,” ucap Maj Gen Al Ansari.

Di sisi lain, direktur keamanan FIFA mengatakan kalau Piala Dunia Qatar ini cukup unik. FIFA merasa kalau persiapan yang FIFA lakukan bisa menjadi penjamin keamanan. Qatar memiliki otoritas yang jelas, sehingga tantangan di kondisi apa saja pasti bisa pihak Qatar atasi.

Keamanan Cyber Menjadi Kekhawatiran Terbaru Menyusul Piala Dunia 2022

Sama halnya seperti ajang yang diselenggarakan dengan mewah, pasti ada yang khawatir di hal-hal keamanan. FIFA sendiri prediksi akan ada 1.5 juta pengunjung di Qatar selama ajang Piala Dunia, sehingga keamanan bukan satu hal yang bisa dihindari selama itu sepenuhnya.

Tetapi Qatar sendiri sudah menjamin keamanan selama ajang itu. Tetapi masalah yang lain di Piala Dunia tahun ini adalah soal keamanan siber. Ini adalah bentuk kejahatan dalam bentuk internet, bukan secara fisik. Sehingga banyak yang khawatir dengan kemampuan Qatar.

Selama Piala Dunia 2018, terdapat 25 juta laporan soal kejahatan siber terkait ajang itu. Fans, Sponsor, pengunjung, dan FIFA sendiri menjadi korbannya. Sehingga banyak pihak yang telah mengatakan bersedia membantu Qatar untuk mendapatkan keamanan siber yang baik.

Piala Dunia Qatar sudah sangat dekat, dan fans sudah tidak sabar untuk merasakan sendiri pengalaman Piala Dunia 2022. Tetapi yang menjadi kekhawatiran sekarang adalah soal level keamanan. Hal ini juga yang membuat Inggris bersedia membantu Qatar di keamanan.