Louis Van Gaal memberikan pernyataan frontal terhadap FIFA yang memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Dia menganggap kalau ini semua hanya untuk duit. Pernyataan mantan pelatih MU ini juga didasari oleh banyak fakta, termasuk soal pergantian jadwal.

Layak untuk disebut kalau edisi Piala Dunia 2022 ini adalah yang paling kontroversial. Pelatih dan pemain banyak yang mengeluhkan kebijakan FIFA ini saat konferensi pers. Yang terbaru adalah dari pelatih Belanda yang menyebutkan kalau turnamen kali ini tidak masuk akal.

Tahun lalu, Norwegia bersama Belanda dan Jerman melakukan protes terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Qatar. Sebelum kualifikasi Piala Dunia dimulai, tim itu memakai kaos dengan slogan menentang pelanggaran HAM Qatar. Tony Kroos juga kritik pemilihan ini.

Bintang asal Jerman itu pada bulan Maret lalu mengatakan kalau ada yang salah dengan FIFA hingga memberikan hak tuan rumah kepada negara ini. Namun FIFA mengatakan kalau isu HAM itu sudah diatur dan turnamen 4 tahunan ini akan tetap diselenggarakan di Qatar.

FIFA Memilih Qatar Sebagai Tuan Rumah Karena Uang

Dari kritik yang sudah diberikan itu, Pelatih Belanda ini juga menambahkan kalau ini hanya agenda kepentingan FIFA. Sudah diumumkan sejak bulan Desember tahun 2010 lalu dan telah banyak dibicarakan di dunia sepak bola. Van Gaal menjelaskan kalau ini semua adalah soal uang.

Mantan pemain Ajax ini memang dikenal dengan cara bicara yang blak-blakan. Dan pelatih 70 tahun ini menentang turnamen di Qatar meskipun tahu kalau ini adalah kompetisi terbesar dan sangat dinantikan. Tetapi dia hanya ingin kalau masalah di Qatar cepat diselesaikan.

Van Gaal juga melanjutkan dengan mengkritik FIFA yang menjelaskan kalau mereka ingin mengembangkan sepak bola di Qatar. Van Gaal menjawab statement itu sebagai omong kosong karena ini ada kaitannya dengan uang. Keperluan komersil adalah yang penting.

Van Gaal sebelumnya pernah ditawari menjadi petinggi di federasi sepak bola seperti FIFA dan UEFA. Tetapi dia menjelaskan kalau alasan dia tidak memilih posisi itu adalah karena dia selalu menentang apa yang diinginkan oleh federasi itu, fokusnya bukan ke sepak bola.

Pelatih 70 tahun tersebut juga menyambungkan ini dengan Qatar, dimana sudah jelas tidak sejalan dengan motto FIFA yang menentang pelanggaran HAM. Tetapi FIFA memilihnya dan apa lagi kalau bukan tentang kepentingan komersial dan pasti ada kaitan dengan uang.

Ini Menjadi Era Terakhir Louis Van Gaal di Timnas Belanda

Namun di tahun depan, pernyataan frontal dari Van Gaal untuk membela timnas Belanda mungkin akan lebih jarang. Di tahun ini menjadi terakhir kalinya Van Gaal akan melatih tim nasional ini dan berharap akan bisa memberikan yang terbaik sehingga penuh persiapan.

Van Gaal mengajak Denmark dan Jerman untuk bersama memanfaatkan jeda internasional ini untuk uji coba tim sebelum berangkat ke Piala Dunia akhir tahun nanti. Dengan putusnya kontrak Van Gaal dengan Belanda, nama Ronald Koeman menjadi yang paling heboh.

Mantan pelatih tim Barcelona ini mungkin akan kembali melatih tim Oranje setelah turnamen Piala Dunia selesai. KNVB dilaporkan sudah mengadakan pertemuan dengan pelatih ini karena pelatih veteran Van Gaal akan turun jabatan di bulan Desember tahun 2022 nanti.

Louis Van Gaal sempat ditawari menjadi petinggi federasi sepak bola internasional. Tetapi ia menjelaskan kalau tidak akan menerima penawaran itu karena kepentingannya yang sudah berbeda. Termasuk saat memilih Qatar, ini ada kaitannya dengan uang dan keuntungan.