Presiden Konfederasi sepak Bola di Amerika Selatan CONMEBOL. Alejandro Dominguez memberikan pernyataan tegas atas penolakan agenda Piala Dunia dua tahunan.

Penolakan tegas diberikan terhadap rencana telah diajukan oleh pihak FIFA tersebut untuk pengadaan ajang pertandingan lebih sering. Tentu saja, hal tersebut, juga dikatakan oleh mereka merupakan sebuah ketidak mungkinan.

Dari Alejandro sendiri, juga mengatakan jika proposal seperti ini, kemungkinan besar tidak akan disetujui. Banyak hal yang masih harus dijadikan sebagai pertimbangan juga menjadi salah satu alasan penting perlu diperhatikan dan jelas ini membuat penolakan agenda Piala Dunia dua tahunan semakin kuat.

Dominguez sendiri memberikan komentar jika upaya dilakukan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino dianggap sia – sia. Usahanya dalam menciptakan agenda pertandingan kelas internasional lebih sering berkemungkinan kecil.

Keinginan dalam menyelenggarakan turnamen Piala Dunia dua tahun sekali, juga dianggap buang – buang waktu saja. Dari presiden klub sendiri sudah memberikan penegasan jika CONMEBOL tidak akan bermain di dalamnya.

Yang dimaksudkan, ketika nantinya memang turnamen dilakukan dalam jangka waktu 2 tahunan. Keputusan tersebut, juga dikatakan sudah final dengan ada kata tidak boleh serta tidak memiliki kesempatan lagi.

Tidak adanya kesempatan dalam melakukan penyelenggaraan ajang pertandingan lebih sering disampaikan oleh presiden CONMEBOL. Hal tersebut telah disampaikan kepada Associated Press di hari Kamis kemarin 27 Januari 2022.

Penolakan Agenda Piala Dunia Dua Tahunan : Ini Mustahil!

Tambahan komentar diberikan oleh Alejandro sendiri, mengatakan jika proposal diajukan tersebut sudah mati saat lahir. Dapat dikatakan, setelah keluar langsung mendapatkan penolakan dari banyak pihak.

Penjelasan dikatakan juga telah dilakukan sejak hari pertama oleh presiden CONMEBOL tersebut. Dari presiden FIFA sendiri tetap bersikeras untuk tetap mengsukseskan penyelenggaraan dari ajang turnamen dua tahunan.

Infantino sendiri, beranggapan jika nantinya Piala Dunia diadakan dalam jangka waktu dua tahun sekali. Maka hal tersebut juga akan semakin banyak memberikan kesempatan bertanding bagi banyak negara lainnya.

Negara lain dapat tampil lebih baik dengan mendapatkan kesempatan bertanding lebih banyak ini. Bukan hanya itu, pendapatan dihasilkan juga akan semakin besar dengan sering diadakan pertandingan tersebut.

Tentu saja, mendapatkan keuntungan dari pertandingan dilakukan tersebut menjadi salah satu tujuan dari presiden FIFA ini. Padahal, mereka tidak melihat dari pandangan para pemain sepak bola.
Seperti yang sudah diketahui secara jelas, jika cabang olah raga ini menjadi salah satu paling sibuk.

Dengan ada berbagai macam laga baik dalam skala nasional, hingga internasional harus dijalani pemain.
Selain itu, waktu libur pemain juga sanya sebentar saja dalam kurun waktu satu tahun. Maka dari itu, jika agenda tersebut disahkan, kemungkinan para pemain akan semakin kelelahan terhadap jadwal semakin padat.

Tim Amerika Selatan Tidak Akan Ambil Bagian

Ketika nantinya FIFA tetap menyelenggarakan ajang pertandingan dua tahunan. Maka tim asal Amerika Selatan juga mungkin Eropa tidak akan ikut mengambil bagian pada format laga direncanakan tersebut.

Tanpa adanya dukungan dari Eropa serta Amerika Selatan, maka rencana tersebut juga kemungkinan sulit tercapai. Seperti yang sudah diketahui, jika untuk keduanya memiliki pengaruh besar dalam sepak bola.

Sebelumnya dari presiden UEFA, Aleksander Caferin telah memberikan penentangan terhadap proposal FIFA ini. Mereka menyatakan ketidak setujuan terhadap rencana diajukan pada turnamen sepak bola ajang pertandingan Piala Dunia ini.

Memiliki kesamaan suara pada tanggapan diberikan terhadap rencana dari FIFA ini. Membuat UEFA serta CONMEBOL memiliki hubungan semakin dekat dalam bidang olahraga sepak bola untuk saat ini, setelah melakukan penolakan.