Saat ini Pep Guardiola sedang merasa panas setelah menerima kritikan dari Jurgen Klopp. Dirinya dikritik ketika melakukan belanja pemain secara besar-besaran di musim transfer kali ini.

Pep Guardiola Paham Jika Man City Jarang Belanja Pemain

Lewat perkataan diberikan oleh Klopp tersebut, telah membuat suasana dari Pep menjadi lebih panas. Pasalnya diketahui jika Manchester City memang jarang melakukan pembelanjaan pemain di setiap bursa transfer. Tentunya hal ini akan sangat berpengaruh pada bursa taruhan piala dunia.

Dari City sendiri musim panas ini tidak melakukan banyak transfer pemain. Mereka mendatangkan Jack Grealish dengan harga cukup fantastis, yaitu 100 juta Pounds atau kisaran Rp 1,9 triliun.

Ini merupakan harga yang cukup tinggi dalam mendatangkan salah satu pemain tersebut. Dikabarkan juga jika Man City nantinya akan segara memboyong salah satu pemain Tottenham Hotspur, Harry Kane.

Jurgen Klopp
Jurgen Klopp

The Citizen Sudah Mengincar Harry Kane Sejak Lama

Nama Harry Kane sendiri sudah menjadi incaran bagi skuad The Citizen sejak lama. Maka dari itu, tidak heran jika nantinya memboyong Harry Kane, akan mengeluarkan biaya fantastis 130 juta Pounds.

Jika dirupiahkan maka akan setara dengan Rp 2,5 triliun untuk bisa mendatangkan pemain Tottenham Hotspour ini. Melihat kemampuan bermain Harry Kane, harga tersebut tentu saja sangat sebanding untuk sang pemain.

Manajer dari Liverpool diwawancarai mengenai pendapatnya terhadap pembelian besar-besaran dilakukan oleh klub-klub Liga Inggris sekarang. Termasuk juga pembelian dari MU terhadap Sancho serta Varane.

Kemudian ada juga Chelsea yang membeli Romelu Lukaku baru-baru ini. Di tengah masa pandemi ini, Klopp mengaku sudah tidak merasa terkejut dengan kondisi pembelian pemain dilakukan sekarang ini.

Finansial Klub Inggris di Masa Pandemi

Jurgen Kloop mengaku dirinya tidak tahu persis bagaimana kondisi finansial dari tim di Inggris. Dirinya sendiri juga sempat terkejut melihat pembelian besar-besaran dilakukan oleh skuad MU, Chelsea serta klub asuhan Pep Guardiola tersebut.

Di situasi sekarang, tentu sudah banyak berdampak pada kondisi ekonomi setiap skuad. Namun, rupanya dari beberapa klub sepak bola besar Inggris dapat melakukan pembelian pemain secara fantastis.

Pengaruh ekonomi akibat dari pandemi Covid-19 masih terus berlangsung juga berdampak pada kondisi keuangan klub sepak bola. Melihat perubahan cukup besar di bursa transfer pemain dan bursa taruhan piala dunia kali ini, cukup mengejutkan.

Klopp: Darimana Asal Finansial Skuad Inggris?

Klopp sendiri mempertanyakan kepada klub-klub yang sedang melakukan pembelanjaan besar-besaran mengenai finansial skuad. Untuk pemasukan di musim tanding sebelumnya juga terlihat menurun.

Pembelian tiket stadion juga tidak memberikan masukkan karena tidak dapat mendatangkan penonton. Selain itu, banyak juga sponsor yang melakukan pembatalan kerja sama akibat dari pandemi Covid-19.

Klopp mempertanyakan dari mana finansial dimiliki oleh skuad Inggris mendapatkan pemain dengan harga fantastis. Padahal sejak pandemi di bulan Februari 2020, klub mengalami kesulitan finansial.

Pep Guardiola Mengaku Sudah Mengatur Keuangan

Membalas komentar diberikan oleh Klopp, Pep Guardiola mengatakan jika ia telah menyusun kondisi keuangan tim dengan baik. Dengan begitu, ia bisa mendatangkan pemain dengan menggunakan biaya fantastis.

Selain itu, tidak ada pelanggaran dalam melakukan pengaturan finansial di dalam skuad tersebut. Ia tetap dapat melakukan belanja pemain meskipun sudah mengeluarkan biaya fantastis selama musim sekarang.

Pep Guardiola mengatakan jika kemampuan keuangan tim sudah diatur dengan benar. Tidak ada hal yang tidak beres dan dapat dibuktikan secara finansial oleh skuad, tambah Pep Guardiola ketika diwawancara.

Di masa sebelumnya Man United memang banyak mendapatkan gelar serta mengeluarkan uang lebih banyak. Namun untuk The Citizen tidak melakukan banyak pembelanjaan di masa tersebut.

Nah, sekarang tiba saatnya untuk melakukan pergantian, skuad City bisa membeli pemain gila-gilaan. Jika dapat membeli pemain tersebut, maka apa masalahnya karena City memiliki kemampuan di hal tersebut.