Piala Dunia 2022 Qatar Diklaim Bebas Polusi dan Berdampak Positif Secara Sosial, Benarkah? – Pada Forum Ekonomi Qatar, Presiden FIFA Gianni Infantino menekankan bahwa FIFA Piala Dunia 2022 akan memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui kekuatan sepak bola dan memuji negara tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022.

Piala Dunia 2022 Qatar Diklaim Bebas Polusi

Ia menuturkan bahwa World Cup lebih dari sekedar pertandingan sepak bola melainkan sebuah media yang dapat memberikan dampak besar terhadap lingkungan sosial.

Dengan lima bulan tersisa hingga World Cup FIFA Qatar 2022 dimulai, Presiden Infantino menyoroti kemajuan yang dibuat di bidang hak asasi manusia oleh Qatar selama dekade terakhir, dan mengutip negara tersebut sebagai contoh dari visi tersebut. ia juga menyoroti pujian publik yang dikeluarkan oleh badan independen sebagai bentuk rispek terhadap tuan rumah World Cup 2022.

“Salah satu perjalanan pertama saya setelah terpilih sebagai Presiden FIFA untuk pertama kalinya pada tahun 2016 adalah datang ke Qatar dan untuk mengatasi permasalahan pekerjaan,” lanjut Infantino. Ia menuturkan bahwa telah banyak perubahan dibuat seperti dihapuskannya sistem kafala dan adanya sistem penjaga panas. Ia juga melanjutkan bahwa pujian ini datang dari Organisasi Buruh Internasional dan bukan pendapat atau klaim sepihak.

World Cup FIFA Qatar 2022 dimulai pada 21 November. Ini akan menjadi pertama kalinya turnamen diadakan di Timur Tengah, sesuatu yang juga dikatakan Presiden Infantino sebagai momen kunci dalam mencapai visi menyeluruh FIFA untuk menjadikan sepak bola benar-benar mendunia – menyatakan bahwa turnamen akan menjadi kesempatan bagi seluruh Negara untuk lebih dikenal Dunia.

Infantino menjelaskan bahwa Sepakbola adalah sebuah olahraga dengan penghasilan global mencapai lebih dari 200 miliar USD. Hal tersebut membuat sepakbola menjadi cabang olahraga yang sangat ‘seksi’.
“Sepakbola memiliki daya Tarik dan ikatan emosional yang sangat berarti bagi banyak orang di seluruh dunia,” jelas Presiden Infantino.
Ia mengatakan bahwa orang-orang akan menyaksikan dan mengenal budaya dan sejarah baru. Ia melanjutkan bahwa FIFA memiliki visi untuk menjadikan sepakbola lebih mendunia. Itu juga mengapa FIFA sangat antusias atas World Cup yang pertama kali dalam sejarah diadalan di timur tengah yakni Qatar Arab Saudi.

Presiden Infantino berbicara di Forum Ekonomi Qatar, selama sesi panel berjudul ‘Countdown to the Greatest Show on Earth’.

Tahun ini, semua mata tertuju pada Qatar karena Qatar menjanjikan Piala Dunia netral karbon pertama dalam sejarah, yang berarti emisi karbon dioksida akan seimbang atau dihilangkan. Menurut penyelenggara, turnamen akbar ini akan menawarkan pengalaman ‘sekali seumur hidup’ bagi semua penggemar sepak bola.

Disisi lain, sebuah laporan baru oleh Carbon Market Watch, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja sama dengan Uni Eropa, meragukan negara Teluk akan mampu memenuhi janjinya.

Setelah memeriksa rencana besar negara itu untuk 64 pertandingan yang akan berlangsung pada bulan November dan Desember tahun ini, para pendukung iklim mengklaim bahwa rencana emisi yang diproyeksikan negara itu telah menyesatkan.

Qatar memperkirakan bahwa Piala Dunia akan mengeluarkan 3,6 megaton setara karbon dioksida (MtCO2e). Namun, laporan oleh Carbon Market Watch mengatakan bahwa negara tersebut tidak hanya mengabaikan beberapa sumber utama emisi yang dapat bertentangan dengan klaim ‘netral karbon’, tetapi obligasi karbon yang saat ini dibeli untuk mengimbanginya tidak memiliki integritas lingkungan.

Ini berarti bahwa kredit yang digunakan untuk menyeimbangkan emisi yang dihasilkan dari proyek-proyek mutakhir tidak banyak memberikan manfaat bagi iklim.