Rencana FIFA yang tampak sangat ingin direalisasikan adalah soal Piala Dunia setiap 2 tahun. Di satu sisi, rencana ini sangat menuai kontroversi dari berbagai negara yang telah terbiasa tampil di ajang ini. Namun untuk benua Afrika, ini tampak sebagai hal yang cukup baik.

Rencana Ini Membuat Turnamen Menjadi Lebih Singkat

Kita semua mungkin telah banyak mendengar kabar pergelaran sepakbola terbesar ini yang akan dibuat lebih singkat.

Biasanya, dan dalam beberapa edisi sebelumnya, yang selalu digelar setiap 4 tahun sekali dan ini tidak pernah mendapatkan protes apapun dan selalu lancar.

4 tahun dianggap sebagai waktu yang pas untuk segala tim bisa melakukan persiapan dengan baik.

Namun, tiba-tiba federasi sepak bola dunia ini memiliki rencana untuk memangkas rentang waktu dan mempersingkatnya jadi setiap 2 tahun. Artinya ini dipotong setengah.

Banyak yang menganggap ini adalah rencana yang tidak masuk akal, terlebih tidak ada alasan yang meyakinkan untuk membuat Piala Dunia menjadi terpotong jadwalnya.

Namun, Afrika menganggap ini adalah sesuatu yang bisa menguntungkan untuk negara di dalamnya.

Patrice Motsepe Menganggap Rencana Piala Dunia Setiap 2 Tahun Itu Menguntungkan

Di tengah kritikan terhadap Piala Dunia 2 tahunan, Patrice Motsepe menjadi salah seorang yang mendukung rencana ini. Patrice

Motsepe sendiri merupakan presiden sepak bola Afrika, CAF, dan mengaku rencana ini akan menguntungkan negara yang ada di benua Afrika.

Rencana ini pada awalnya dituturkan langsung oleh mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger.

Namun rencana ini bukan diperuntukkan ke negara besar saja. Banyak negara yang juga mendukung rencana Wenger ini semata-mata karena memiliki peluang yang lebih besar.

Motsepe yang kini berusia 59 tahun ini menjelaskan bahwa rencana Piala Dunia yang akan dilangsungkan setiap dua tahun ini akan menguntungkan sepak bola Afrika.

Dia juga melanjutkan bahwa penerima manfaat terbesar turnamen yang dipersingkat ini adalah negara yang sedang berkembang.

Patrice Motsepe
Patrice Motsepe

Motsepe bahkan melanjutkan bahwa dia tidak sembarang sampai itu benar-benar masuk akal.

Dan di sini, tugas dia untuk memastikan sepak bola Afrika tumbuh dan bisa semakin berhasil, bukan semata-mata hanya untuk mendapatkan keuntungan finansial yang lebih.

Alasan dia mengeluarkan pendapat demikian adalah karena negara harus memiliki kesempatan bertanding lebih.

Sedangkan ketika melihat kompetisi di Eropa, kompetisinya selalu merata. Berbeda dengan Afrika dan sepak bola di negara berkembang lainnya.

FIFA Merencanakan Piala Dunia 2 Tahunan Dimulai dari 2026

Terlepas dari menguntungkan atau tidaknya, rencana FIFA untuk merealisasikan Piala Dunia setiap 2 tahun ini tampaknya semakin gencar mereka lakukan.

Buktinya, ada kabar yang beredar bahwa FIFA akan menyusun segala jadwal mulai dari tahun 2026 nantinya.

Presiden Fifa, Gianni Infantino, untuk sementara waktu memang tidak mau berkomentar banyak.

Tetapi ketika melihat bocoran dari internal FIFA, rencana ini akan dimulai sejak tahun 2028 dan segalanya akan diurus sejak tahun 2026.

Ini artinya setelah gelaran piala dunia 2026 di AS, Canada, dan Mexico, selesai digelar, mereka akan langsung disibukkan dalam rencana merealisasikan dalam kurun waktu 2 tahun lagi.

Dan kabarnya, FIFA sudah memberi tahu kepada semua federasi sepak bola nasional.

Dokumen ini bocor dan berbunyi kualifikasi ajang ini hanya akan dilakukan sebanyak 7 kali pertemuan sehingga akan mengurangi jumlah jendela internasional juga.

Hanya akan digelar di bulan Oktober dan Maret sehingga sepak bola klub bisa berjalan biasa.

Meskipun banyak yang menganggap ini adalah hal yang tidak masuk akal, Patrice Motsepe memiliki alasan untuk setuju dengan rencana ini.

Dia menganggap ini akan menguntungkan negara di Afrika. Dan rencana ini juga sudah sangat matang oleh FIFA.