Prancis Ajukan Rusia Dikeluarkan dari Playoff Piala Dunia – Perang antara Rusia dan Ukraina memberikan banyak imbas ke berbagai event yang akan diselenggarakan di kedua negara. Termasuk juga untuk babak kualifikasi mendapatkan dampak dari peristiwa ini.

Rusia menjadi salah satu negara yang tidak absen untuk pagelaran Piala Dunia. Hal ini juga berlaku di tahun 2022 karena sudah lolos babak semifinal pada bulan Maret mendatang.

Akan tetapi, keberadaan Rusia untuk mengikuti ajang sepak bola 4 tahunan tersebut terancam terhenti. Hal ini dikarenakan adanya desakan dari berbagai negara lain untuk mencoret Rusia dalam babak kualifikasi.

Tentunya tanpa alasan, hal ini akibat adanya perang antara Rusia dengan Ukraina. Kabar ini dilancarkan dengan instruksi dari presiden Rusia untuk melancarkan serangan ke beberapa titik di Ukraina.

Beberapa negara lainnya juga ikut mendukung negara Ukraina dan mendesak Rusia untuk menghentikan serangan. Berbagai cara dilakukan, termasuk juga melalui bidang sepak bola sebagai salah satu olahraga populer.

Desakan Rusia Dikeluarkan dari Playoff Piala Dunia

Tentunya desakan untuk mencoret Rusia dari pagelaran Piala Dunia akan memberikan dampak fatal pada tim Rusia. Jika berhasil dikabulkan maka secara otomatis Rusia akan tersingkir dari kualifikasi.

Banyak negara yang ikut serta menyuarakan desakan untuk menghentikan Rusia. Salah satu yang paling terdengar adalah desakan yang dilakukan juara bertahan Prancis kepada UEFA selaku pengurus FIFA.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Noel Le Graet yang merupakan Ketua Federasi Sepak Bola Prancis. Ia menyebutkan bahwa dari bidang olahraga tidak bisa bersikap netral secara terus menerus.

Harapannya dengan adanya desakan dari Prancis ini bisa menggerakkan UEFA dan FIFA untuk mengatasinya. Tentunya ini dipercaya karena Prancis menjadi negara yang menjadi juara bertahan hingga saat ini.

Pernyataan dari UEFA dan FIFA sementara menyebutkan Rusia harus tetap berlaga di tempat yang netral. Sejalan dengan hal ini mereka juga belum ada mengumumkan akan membatalkan pertandingan Rusia Maret mendatang.

Aksi Boikot dan Enggan Bermain

Mendukung hal yang dilakukan Prancis, banyak negara yang turun tangan melakukan aksi boikot. Salah satunya muncul suara dari negara bagian Eropa yaitu tim dari Polandia.

Kabarnya Polandia yang akan menjadi lawan dari Rusia pada babak semifinal kualifikasi. Akan tetapi, pihak Polandia dengan tegas menolak jika pertandingan tetap digelar.

Hal tersebut diperkuat dengan sikap yang dilakukan oleh kiper Polandia yaitu Wojciech Szczesny. Ia tidak akan bertanding jika pertandingan diberlangsungkan tetapi masalah perang belum terselesaikan.

Ia juga menyebutkan bahwa timnya seharusnya akan melawan Rusia pada babak playoff. Pada pernyataannya dengan tegas Szczesny menolak untuk bermain pada laga tersebut.

Bahkan, negara Polandia bukanlah satu – satunya yang ikut serta dalam melakukan aksi boikot. Beberapa negara juga ikut mendukung tindakan dari Polandia untuk menghentikan pertandingan melawan Rusia.

Dua diantaranya adalah Swedia dan Republik Ceko yang mendukung tindakan dari Polandia. Kedua negara tersebut memiliki peluang yang sama bertemu Rusia pada babak final kualifikasi.

Tentunya mereka khawatir dengan keselamatan pemain jika masih tetap dilaksanakan di Rusia. Keputusan dari pihak berwenang akan sangat menentukan bagaimana pertandingan keempat negara tersebut akan dilangsungkan.

Selain itu, kondisi yang belum stabil tidak akan membuat kondisi pertandingan menjadi tenang. Banyak pertimbangan beberapa negara melakukan aksi boikot terhadap tim Rusia pada pagelaran ini.

Mengingat juga bahwa keempat negara tergabung pada blok tim yang sama. Karena hal itulah mereka ikut berperan dalam urusan pertandingan kualifikasi Piala Dunia yang akan dilakukan di Rusia ini.