Qatar Meng-Klaim Piala Dunia 2022 Ramah Disabilitas! – Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga HE Mariam binti Ali bin Nasser Al Misnad mengatakan bahwa Qatar sepenuhnya siap untuk menyediakan semua sarana yang mungkin untuk menerima penggemar disabilitas selama Piala Dunia FIFA Qatar 2022.

Dikatakannya, sejumlah stadion Piala Dunia telah dilengkapi dengan ruangan sensorik bagi para disabilitas intelektual antara lain pengaturan untuk kenyamanan mereka.

Menkeu menyampaikan sambutan pada acara pembukaan ‘Second Workshop on Arab Classification for Disability’, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga bekerjasama dengan Sekretariat Jenderal Liga Arab di Hotel Sheraton.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pembangunan Sosial Yordania H E Ayman Al Mufleh yang juga Kepala Kantor Eksekutif Dewan Menteri Sosial Arab dan Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab; dan Kepala Bidang Sosial HE Dr. Dubes Haifa Abu Ghazaleh.

Sejumlah ketua delegasi negara-negara Arab, dan delegasi dari United Nations Economic and Social Commission for Western Asia (ESCWA) juga turut serta dalam lokakarya tersebut.

Piala Dunia 2022 Ramah Disabilitas

Mentri Sosial Pembangunan dan Keluarga Qatar menuturkan bahwa tuan rumah siap untuk sepenuhnya menerima penggemar disabilitas selama Piala Dunia Qatar 2022 dimana beberapa tahun terkhir, mereka sudah banyak melakukan persiapan untuk memastikan turnamen sepak bola dunia tahun ini menjadi mudah diakses oleh segala macam pihak terutama penggemar disabilitas.

“Sejumlah stadion Piala Dunia telah dilengkapi dengan ruangan sensorik bagi penyandang disabilitas intelektual, suasana ideal yang cocok bagi anak-anak autis dan gangguan neurobehavioural untuk menikmati pertandingan di tempat yang aman yang dilengkapi dengan semua alat serta perangkat yang canggih,” kata Menkeu.

Dia mengatakan bahwa persiapan ini mencakup penerimaan penggemar yang datang dari luar Qatar, karena Bandara Internasional Hamad menyediakan lobi yang disebut ‘Pusat Shafallah’, untuk melayani penggemar dengan disabilitas dan autisme.

Menkeu menyampaikan bahwa lobi dilengkapi dengan teknologi bantu terbaru dan peralatan pendidikan dan rehabilitasi yang bertujuan untuk memberikan pengalaman perjalanan terbaik kepada mereka.

Dia menekankan pentingnya lokakarya dan tanggung jawab besar para peserta untuk memberdayakan penyandang disabilitas di Dunia Arab dan untuk mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat.

Menkeu menyoroti pengumuman yang disampaikan oleh Qatar yang diwakili oleh Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga tentang kesediaan menjadi tuan rumah KTT Dunia ke-4 tentang Disabilitas pada tahun 2028 bekerja sama dengan International Disability Alliance.

Dia mendesak semua peserta untuk memberikan kontribusi mereka selama lokakarya dalam mengadopsi klasifikasi disabilitas regional pertama karena kebijakan dan program diperlukan untuk mendukung penyandang disabilitas di Dunia Arab.

Menteri tersebut menekankan pentingnya mengadopsi klasifikasi untuk merehabilitasi masyarakat Arab untuk mengambil tanggung jawab untuk inklusi, interaksi dan menangani penyandang disabilitas.

Menteri Pembangunan Sosial Yordania HE Ayman Al Mufleh mengatakan bahwa adopsi klasifikasi akan merupakan lompatan kualitatif umum dalam tindakan Arab bersama di bidang ini.

Duta Besar Dr. Haifa Abu Ghazaleh berterima kasih kepada Qatar, H H Amir, pemerintah dan rakyat atas keramahan mereka yang murah hati dan atas upaya yang dilakukan dalam menyelenggarakan acara khusus Arab yang penting.

Lokakarya dua hari ini akan menyaksikan sesi khusus yang bertujuan mengembangkan peta jalan untuk model baru dalam mengklasifikasikan dan mengevaluasi disabilitas.