Ribuan Pendukung LGBT Inggris Takut Pergi ke Piala Dunia Qatar – Ada banyak pendukung LGBT dari Inggris yang mengaku tidak yakin akan pergi ke Qatar atau tidak. Mereka mau mendukung pasukan the Three Lions, tetapi negara yang dipilih untuk jadi tuan rumah ajang 4 tahunan ini belum memiliki catatan bagus mengenai LGBT di sana.

Ribuan Pendukung LGBT Inggris Takut Pergi ke Piala Dunia Qatar

Dalam 6 bulan nanti, Piala Dunia akan segera dimulai. Berbagai upaya telah Qatar lakukan agar fans tetap hadir ke stadion yang disiapkan, meskipun ada banyak kontroversi yang terjadi di sana. Qatar yang menjadi tuan rumah ingin antisipasi semua halangan yang ada.

The Three Lions menjadi tim dengan dukungan yang paling banyak. Pasukan yang ditangani oleh Gareth Southgate ini menjamin kalau tim-nya akan bermain bagus, dan menjamin fans yang datang untuk tidak menyesal. Tetapi fans bukan lagi pertimbangkan masalah itu saja.

Yang menjadi masalah utama adalah jaminan keselamatan fans di timur tengah, terutama ke fans yang memiliki orientasi seksual yang berbeda dengan kebanyakan penduduk Qatar. Dan ini yang menyebabkan ribuan fans Inggris mengatakan tidak akan pergi ke Qatar nanti.

Banyak yang Menyarankan Adanya Perlindungan Khusus pada Pendukung LGBT Selama Pagelaran Berlangsung

Menyambung soal masalah dan pengecualian Hak LGBT+, ada banyak fans yang ingin FIFA dan federasi yang berwenang untuk melakukan sesuatu. Mereka ingin seluruh efek buruk yang ada kaitannya dengan LGBT+ dan ajang World Cup dihapuskan, sehingga fans nyaman.

Kebebasan berekspresi dan Hak Dasar Manusia adalah yang perlu ditegakkan dulu oleh satu per satu negara Arab. Turnamen yang digelar dalam konteks yang luas ini harus membuat fans nyaman dan terhibur, bukan dipaksa untuk mengikuti kultur konservatif di Qatar.

Jika melihat apa yang terjadi di edisi Piala Dunia sebelumnya di Rusia, meskipun LGBT+ masih belum menjadi hal umum di sana, tetapi penyelenggara mampu menjamin kalau kultur dan situasi di sana tidak terlalu terikat. Fans tetap bisa menikmati gelaran Piala Dunia 2018.

Salah satu faktor utamanya adalah karena FIFA sendiri menjamin perlindungan ke seluruh fans dengan latar belakang apa saja. Dan hal ini juga yang telah disampaikan pada gelaran International Day Against Homophobia, Biphobia, dan Transphobia dari seluruh dunia.

Dalam konferensi itu disampaikan kalau komunitas di Timur Tengah dan sekitarnya memiliki tugas tambahan sebagai organisasi vital untuk menjamin hak LGBT+. Mereka ingin setiap individu menjadi penjamin World Cup bebas diskriminasi, baik ke wanita dan LGBT+.

Masalah HAM di Qatar dan Sejumlah Hal Penting yang Harus Diketahui Sebelum ke Qatar

Kalau kita melihat rekam jejak kontroversi Piala Dunia, yang menjadi masalah utama ini ialah HAM dan aktivitas kejahatan di Qatar. Negara ini masih mengadopsi prinsip konservatif, dan pemerintah Qatar melarang kuat orientasi seksual yang tidak sejalan dengan agama.

Di sisi lain, fans harus diakui berasal dari negara yang lebih liberal. Setiap orang di sana memiliki kultur yang berbeda hingga menghargai setiap individu, termasuk yang dari orientasi seksual saja berbeda, tetapi tetap memiliki hak untuk dilindungi kapan saja.

Kalau mau mengulas yang lebih jauh lagi, ada masalah HAM yang terjadi sejak 2010, dimana pekerja yang menjadi bagian dalam membangun stadion sepak bola di Qatar ini didominasi oleh imigran. Dan cara kerja yang keras membuat banyak yang harus meninggal di sana.

Kondisi World Cup Qatar sekarang bisa dibilang yang paling mewah dan sangat ditunggu. Akan tetapi, masalah lain terus datang hingga membuat tidak banyak fans yang ingin datang ke Qatar secara langsung. Baru-baru ini, fans Inggris menyatakan tidak akan ke Qatar.