Masih seputaran mengenai sepak bola yang berhubungan dengan sanksi UEFA dan FIFA terkait konflik yang masih berlangsung, antara Rusia dan Ukraina. Di mana secara sepihak, FIFA, selaku Federasisepak bola dunia dan UEFA yang menaungi Eropa, telah memberinya sanksi.

Menanggapi hal tersebut, Russian Football Union (RFU) langsung bertindak. Mereka tidak terima jika didiskualifikasi dari berbagai laga turnament yang harusnya Rusia ikuti. Tapi karena kasus politik langsung diberi sanksi untuk tidak boleh ikut.

RFU merasa, ini sama sekali tidak adil. Karena langsung ditangguhkan begitu saja atau berhenti bertanding. Sanksi tersebut memang dimaksudkan sebagai bentuk kecaman agar Presiden Rusia mau menghentikan aksinya untuk menginvasi Ukraina.

Harapan Rusia Menuju Piala Dunia Bisa Batal

Adanya sanksi mengenai penangguhan dari FIFA dan UEFA, kebebasan Rusia dalam berkompetisi di dunia sepak bola seakan direngut begitu saja. Sebelum melawan, sudah langsung dibungkam.

Alasan untuk mengecam Vladimir Putin agar mau menghentikan invasi, banyak negara Eropa dan dari benua lain langsung membatasi ruang gerak semua hal yang berhubungan dengan Rusia.

Sepak bola sebenarnya tidak ada hubungannya dengan politik. Malah justru seringnya sepak bola menjadi ajang pemersatu bangsa-bangsa untuk tidak saling berselisih. Tapi, karena Invasi terhadap Ukraina, Rusia langsung kena imbasnya.

Berita kemarin telah disebarkan kepada media bahwa Timnas Rusia batal tampil di Play off kualifikasi Piala Dunia 2022. Padahal kualifikasi tersebut menjadi penentu Rusia untuk bisa mencapai final di Qatar.

Padahal sejak awal sudah dijadwalkan bahwa Timnas sepak bolah putra dari Rusia, akan melawan Polandia pada final nanti. Jika tidak, berpotensi melawan Swedia atau Republik Ceko untuk final nanti.

Segala persiapan telah dilakukan untuk bisa menampilkan performa terbaik. Agar nanti mereka bisa mengalahkan lawannya pada saat laga. Namun ternyata hal itu tidak hanya berdampak pada Timnas putra saja. Untuk Timnas sepak bola putri juga akan dikeluarkan pada kejuaraan Eropa yang diselenggarakan di Inggris Juli nanti.

Sepertinya negara Eropa memang tidak main-main untuk memberikan kecaman kepada sang presiden Rusia. Jika memang invasi tersebut tidak selesai, maka hal seperti ini akan terus berlanjut.
Ada kemungkinan kembali pada sepak bola Eropa, saat perselisihan ini diselesaikan melalui jalan damai. Namun, sampai sekarang belum ada tanda-tanda.

Tindakan RFU Untuk Mencari Keadilan Atas Sanksi UEFA dan FIFA

Sanksi tersebut tidak hanya berimbas pada Timnas Rusia saja. Tapi salah satu klub dari Rusia juga terkena sansi. Klub tersebut adalah Spartak Moscow. Di mana ia harusnya masuk ke 16 besar Liga Eropa, malah berakhir dihentikan.

Hukuman UEFA ini dianggap sangat diskriminatif. Karena Spartak Moscow sudah mengantongi tiket untuk bisa masuk ke 16 besar Liga Eropa. Rencananya klub tersebut akan melawan wakil Jerman yaitu RB Leipzig.

Sejak UEFA telah memutuskan bahwa Spartak Moscow tidak bisa melanjutkan pertandingan, otomatis RB Leipzig akan melaju ke perempat final secara mulus. Mengetahui tersebut, RFU selaku induk dari sepak bola Rusia mengaku tidak terima dengan rentetan sanksi yang diberikan oleh UEFA dan FIFA.

Seakan-akan, haknya untuk bertanding langsung direnggut begitu saja. Maka dari itu, RFU berniat untuk mengajukan banding kepada Pengadilan Arbitrase Olaharaga.Pihak RFU ingin meminta dikabulkan agar Timnas Putra dan Putri Rusia sepak bola dapat diikutsertakan lagi ke dalam semua jenis turnamen sepak bola termasuk babak play off kualifikasi piala dunia 2022.

Untuk memastikan Rusia bisa mengikuti jadwal pertandingan selanjutnya, pihak RFU ingin segera Pengadilan mempercepat prosesnya. Serta berharap FIFA dan UEFA tidak menolak prosedur yang telah diajukan.