Menjelang Piala Dunia 2022, banyak informasi dan berita seputar ‘larangan’ hal-hal yang tidak diperkenankan saat Piala Dunia. Asal Mampu Bayar – Qatar Izinkan Alkohol Selama Piala Dunia Qatar 2022. Hal ini merupakan konsekuensi dari digelarnya Piala Dunia pertama yang bertempat di timur tengah.

Asal Mampu Bayar – Qatar Izinkan Alkohol Selama Piala Dunia Qatar 2022

Besarnya perbedaan budaya masyarakat Barat dan Timur memunculkan berbagai macam spekulasi. Salah satunya adalah larangan mengkonsumsi alcohol saat World Cup Qatar 2020.Alkohol sendiri tidaklah illegal di Qatar melainkan tidak ditolerir pada kondisi kondisi tertentu. Salah satunya yakni untuk minum dan mabuk didepan umum. Hal tersebut merupakan sebuah bentuk kejahatan di Saudi Arabia.

Alkohol hanya boleh dibeli oleh orang dewasa berusia diatas 21 tahun dan hanya dapat diperoleh di bar atau hotel berlisensi. Lisensi tersebut diregulasi oleh setiap negara bagian. Penggemar yang ikut memeriakan World Cup 2022 diharapkan menyadari bahwa mereka memerlukan izin untuk dapat membeli alkohol.

Aturan ini sedang ditembusi agar dapat sedikit dilonggarkan selama berlangsungnya World Cup. Kesepakatan ini nantinya diaharapkan dapat mempermudah ketersediaan akses alkohol bagi fans. Selain hal tersebut, narkotika seperti kokain adalah hal yang sangat dilarang. Jika ketahuan menyelundupkan kokain, fans bisa dihadapkan dengan hukuman mati.

Qatar sangat ketat meregulasi penggunaan obat-obatan tanpa ada pengecualian untuk orang asing sekalipun. Apabila fans nekat dan ketahuan menyelundupkan nakroktika, kemunkginannya ia akan ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Namun bukan berarti ancaman hukuman mati tidak menjadi opsi melainkan sangat mungkin terjadi.

Sebagai bentuk kelonggaran bagi fans yang memeriahkan World Cup 2022 di Qatar, Alkohol akan disediakan untuk penggemar yang memiliki tiket ekslusif dan dapat diakses ddi stadion serta tertera dalam paket hotel. Kontraktor dibalik penwaran premium Jaime Byrom menuturkan bahwa ia berharam orang-orang dapat menikmati minuman alkohol sebagaimana tradisi barat atas Piala Dunia sebelum-sebelumnya.

Ia menuturkan bahwa mematuhi hukum merupakan hal yang mutlak. Selama regulasi memberikan kemudahan dan mentolerir hal tersebut, maka penyedia layanan hoten tentu akan menyajikannya didalam program perhotelannya. Sampai saat ini, masih belum ada aturan resmi tentang ketersediaan alcohol di stadion untuk pemegan yang memiliki tiket standar.

Qatar lantas membuat sebuah eksperimen zona peminum ketika Piala Dunia antar klub FIFA 2019 diman fans diizinkan untuk mengkonsumsi minuman berakohol khusus di tempat tersebut. Percobaan ini dinilai sukses dan disinyalir akan muncul zona serupa pada World Cup 2022 nanti.

Satu pint bir di Doha, tempat terlaksananya pertndingan penyisihan grup diselenggarakan, mematok harga berkisar 10 pondsterling atau setara dengan Rp.180 Ribu. Harga bir yang mahal tersebut diakibatkan negara Muslim memberlakukan paja dosa atas alcohol.

Namun dikabarkan bahwa penyelenggara berusaha untuk mensubsidi minuman serta memastikan minuman tersebut tersedia bagi semua fans selama turnamen berlangsung.Nasser Al-Khater selaku CEO World Cup 2022, pada tahun 2019 mengatakan bahwa Alkohol bukanlah bagian dari budaya masyarakat Qatar.

Tidak seperti dibelahan dunia lain dimana alcohol merupakan bentuk keramahan, Qatar memiliki budaya yang sangat konservatif. Namun Al Khater memastikan bahwa minuman beralkohol akan dapat diakses oleh penggemar yang ingin minum dengan membuat lokasi khusus utnuk minuman alcohol.

Kesimpualnya tidak ada pelarangan meminum-minuman keras, yang justru menjadi problem adalah harga minuman alcohol di Qatar yang sangat mahal. Hal tersebut tengah diupayakan sehingga fans dapat menikmati pengalaman menghadiri momen ini dengan penuh suka cita.