FIFA dan UEFA berbeda pendapat terkait wacana pertandingan Piala Dunia yang akan dilangsungkan dalam kurun waktu 2 tahun sekali. UEFA menginginkan pertandingan Piala Dunia tetap diselenggarakan 4 tahun sekali.

FIFA dan UEFA Berbeda Pendapat

Usulan yang disampaikan FIFA mengenai kurun waktu tersebut memang tidak main-main. Mereka sudah memperoleh dukungan dari 166 federasi setelah melakukan studi kelayakan. Hanya ada 20 federasi saja yang menolak usulan tersebut.

Dilansir dari Sky Sports, pihak FIFA mengatakan bahwa akan ada banyak hal positif yang diperoleh jika pertandingan Piala Dunia dilangsungkan lebih cepat. Salah satunya yaitu memberikan kesempatan lebih lebar untuk pemain melakukan pembuktian diri karena 4 tahun terlalu lama.

Berbagai Sudut Pandang Presiden FIFA Terkait Wacana Baru Piala Dunia

Gianni Infantino, selaku presiden FIFA mengatakan bahwa kajian terus dilakukan, termasuk dari sisi bisnis. Bersama OpenEconomics, FIFA melakukan studi tentang perputaran uang akan lebih deras jika pertandingan Piala Dunia digelar dalam waktu dua tahun sekali.

Hal ini menandakan bahwa olahraga sepakbola akan mendatangkan keuntungan untuk setiap negara. Setiap negara yang lolos menuju Piala Dunia akan memperoleh hak siar serta sponsor. Kondisi ini dianggap menjadi sebuah kesempatan menguntungkan.

Usulan tersebut juga bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi grup sepak bola yang berada di bawah naungan organisasi FIFA. Ia juga mengungkapkan bahwa memang ada beberapa federasi yang tidak setuju dengan wacana baru tersebut.

Gianni Infantino
Gianni Infantino

Namun, banyak juga yang memberikan dukungan. Pihak yang memberikan dukungan atas rencana FIFA tersebut berasal dari Asia dan Afrika. Sedangkan pihak yang paling tidak menyetujui usulan tersebut adalah UEFA.

Negara Prancis, Inggris dan Jerman tidak menyetujui wacana tersebut. Hal ini mengingat pertandingan sepak bola klub Eropa memang termasuk padat pada setiap musimnya. FIFA adalah organisasi pengelola paling tinggi dunia.

Sehingga segala masukan dari berbagai sudut pandang akan diterima. Terutama bagi pihak yang tidak menyetujui rencana tersebut. Meskipun demikian, hingga sekarang ini FIFA masih belum membuat keputusan final.

Piala Dunia yang dilangsungkan selama 2 tahun sekali memang berdampak positif terhadap investasi dunia sepak bola. Namun, mereka tidak gegabah membuat keputusan, apalagi UEFA menolak keras usulan tersebut.

UEFA Menolak Tegas Usulan Pertandingan Piala Dunia Diselenggarakan 2 Tahun Sekali

Pihak paling tegas menolak Piala Dunia diselenggarakan 2 tahun sekali adalah UEFA. Alexander Caferin, selaku presiden UEFA menolak rencana yang diusulkan tersebut secara terang-terangan.

Menurut beliau, jika turnamen Piala Dunia dilangsungkan terlalu sering, maka tidak menjamin kualitas pertandingannya bisa menjadi lebih baik. Kondisi yang memungkinkan terjadi adalah sebaliknya. Hal ini juga yang membuat FIFA dan UEFA berbeda pendapat.

Turnamen dengan kurun waktu lebih cepat tidak membuatnya lebih bagus. Situasi ini bisa melemahkan turnamen bergengsi tersebut. Caferin berpendapat bahwa pemain akan semakin terkuras fisiknya jika setiap tahunnya di musim panas selalu tampil berlaga.

Padahal, kondisi paling optimal adalah para pemain memperoleh waktu istirahat yang baik. Selain itu ajang Piala Dunia menjadi terasa lebih istimewa karena dilangsungkan dalam waktu 4 tahun sekali.

Meskipun UEFA menentang keras, AFC menerima dengan baik usulan tersebut. Hal ini karena peluang tim Asia ikut dalam pertandingan Piala Dunia akan semakin besar. Situasi ini akan membantu sepakbola Asia semakin berkembang pesat.

Piala Dunia akan dilangsungkan 2 tahun sekali jika mayoritas federasi menyepakatinya. Jika keputusan finalnya positif, berarti akan mulai berlaku pada 2028, setelah selesai pertandingan tahun 2026.

Melihat aksi protes sebagian pihak yang timbul, apakah FIFA akan tetap melanjutkan rencana tersebut? Nah, mengenai hal ini, kita tunggu saja info lanjutannya. Karena hingga sekarang, keputusan belum juga diberikan.