FIFA tampaknya semakin serius dalam merealisasikan perhelatan Piala Dunia setiap dua tahun sekali.

Terlepas dari banyak pihak yang menolak rencana ini, FIFA selaku federasi sepakbola dunia seakan tidak peduli.

Kini, mereka telah mengajak FA dan SFA untuk berdiskusi.

FIFA Diskusikan Piala Dunia Setiap Dua Tahun dengan FA dan SFA

Sepak bola dikenal sebagai permainan tanpa bisnis dan politik, namun ini hanya terjadi di masa dulu.

Sekarang, banyak hal yang menjadi alasan dimanfaatkannya sepak bola sebagai ladang bisnis baru.

Bahkan, ini juga menyangkut asosiasi tertinggi olahraga populer ini.

Kini, rencana FIFA untuk menyelenggarakan Piala Dunia setiap dua tahun ini telah masuk ke pembahasan kalender.

Ini sungguh mengherankan karena banyak yang menolak rencana yang satu ini, tetapi survey yang dilakukan oleh FIFA, menyatakan mayoritas penggemar bola setuju.

Nyatanya, kini kita bisa melihat banyak sekali kontra terhadap rencana ini karena dinilai akan merusak citra Piala Dunia 4 tahunan yang sudah sangat populer ini.

Namun, FIFA menganggap lain dan meyakinkan banyak orang bahwa 2 tahun adalah waktu yang tepat untuk ini.

Tidak Semua Orang Menyetujui Rencana ini

Badan pengatur sepak bola ini menjadi penggagas untuk memperpendek jarak antara turnamen yang semulanya 4 tahun sekali menjadi 2 tahun sekali.

FIFA juga tidak sendiri karena telah menggandeng beberapa federasi sepakbola yang berpengaruh juga.

Ini mereka lakukan hanya untuk memantapkan hal ini.

Segala persiapan untuk mendukung rencana yang satu ini akan segera diproses lebih lanjut lagi oleh FIFA dan pendukung rencana yang satu ini yang lain dengan menyelenggarakan rapat konfederasi secara virtual.

Aleksander Ceferin yang kini menjabat sebagai presiden UEFA menyatakan keprihatinan besar tentang hal ini.

Banyak juga yang mendukung untuk tidak merubah perhelatan Piala Dunia setiap 4 tahun karena memang sudah menjadi ciri khasnya.

Namun, dengan segala pertimbangan yang dianggap FIFA akan menguntungkan sepakbola, kalender sepakbola akan semakin padat dalam hal jeda dan waktu istirahat internasional.

Sehingga, FIFA akan segera melaksanakan pembahasan yang lebih lanjut lagi.

Mengundang FA dan SFA untuk Berdiskusi

FIFA tampaknya akan segera melangsungkan pertemuan secara online dengan FA dan SFA pada 30 September nanti untuk mematangkan rencana ini.

Proposal Arsene Wenger juga sudah dikirimkan untuk segera menjadi topik perbincangan utama para delegasi.

FA dan SFA menjadi tamu undangan untuk hadir bersama asosiasi yang bertugas menjalankan turnamen ini pada 30 September nanti.

Agenda utama adalah untuk meyakinkan berbagai konfederasi, atau asosiasi klub dan forum liga dunia untuk menyetujui rencana ini.

FIFA juga mengundang asosiasi UEFA untuk menghadiri pertemuan puncak ini.

Namun, dengan bersifat kontra terhadap hal ini, Presiden UEFA tampaknya tidak akan hadir dan mengatakan itu adalah suatu langkah untuk melemahkan turnamen besar Piala Dunia.

Trofi Piala Dunia
Trofi Piala Dunia

Namun, banyak yang menganggap Arsene Wenger telah melakukan langkah yang bijak untuk merumuskan hal ini demi kepentingan penggemar sepakbola dari semua wilayah di dunia.

Tetapi, harus setuju juga dengan pernyataan presiden UEFA.

Dengan menyelenggarakan piala dunia setiap dua tahun, maka ini bisa saja membuat ketenaran Piala Dunia menjadi berkurang.

Baca Juga : Kualifikasi Piala Dunia 2022

Orang yang antusias terhadap timnya setiap empat tahun akan menjadi waktu paling ideal.

Tetapi, lihat saja keputusan FIFA nantinya.

Sepak bola harus dijauhkan dari kepentingan bisnis dan politik.

Tetap jadikan sepakbola sebagai suatu wadah permainan yang netral.

Jadi, akan lebih baik jika rencana FIFA, SFA, dan FA untuk menyelenggarakan piala dunia setiap dua tahun segera dibatalkan saja.