Panitia Piala Dunia Akui Ada Pelanggaran HAM, FIFA dikecam – Panitia telah mengakui kalau penjaga keamanan mereka dilarang untuk cuti, dipaksa untuk bekerja di 50 derajat celcius tanpa air dan tinggal di ruangan yang tidak standar. Amesty melaporkan kalau FIFA berkaitan dengan masalah ini.

FIFA Dikecam, Panitia Piala Dunia Akui Ada Pelanggaran HAM

Lebih dari 24 ribu pekerja telah alami kekerasan HAM di Qatar, fakta ini diambil berdasarkan penelitian grup kampanye Business & Human Rights Resource Centre. Mereka bertugas untuk kalkulasi total pelanggaran yang dilakukan selama persiapan World Cup.

Meskipun dilaporkan kalau Qatar telah meningkatkan standar pada pekerja migran mereka untuk membangun 7 stadion, sistem metro yang baru, hotel, jalanan, hingga airport pada 24 ribu pekerja. Tetapi masih ada 211 laporan terhadap pekerja tersebut.

Memang benar Qatar harus membangun infrastruktur World Cup dari kasaran sejak negara ini ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 12 tahun lalu. Tetapi Qatar menolak pernyataan itu, hingga pada hari Minggu, pihak Qatar baru mengakuinya.

FIFA dikecam Karena Mengabaikan Laporan Pelanggaran HAM Mengenai Persiapan World Cup

Menurut Business & Human Rights Resource Centre, pelanggaran ini dimulai dari gaji yang tidak dibayar, sama sekali tidak memberikan uang lembur, dan abaikan keselamatan kerja. Dan dari pelanggaran ini membuat banyaknya kasus kematian, cedera dan lainnya.

Bahkan hak berekspresi migran serta hak melakukan sesuatu telah dibatasi. Migran ini lebih banyak didominasi oleh pendatang dari Asia Selatan dan Afrika Timur dan diberi pekerjaan untuk membangun 7 stadion yang akan digunakan saat pagelaran dimulai nanti.

Ada juga pekerja yang mengakui kalau mereka dipaksa bekerja selama 20 jam selama 1 hari dengan manakan, minuman, dan waktu istirahat yang sangat sedikit. Mayoritas pekerja dan migran dipaksa untuk terus bekerja tanpa hari libur, meskipun saat pergantian tahun.

Jika pekerja ingin mengambil hari libur, mereka diancam dengan pengurangan gaji dalam jumlah yang besar. Tetapi yang paling penting adalah pengaruh FIFA atas masalah ini yang terkesan abai, padahal FIFA adalah federasi yang seharusnya tanggung jawab.

FIFA dianggap telah mengetahui masalah ini sejak tahun 2017 dan menganggap isu HAM di Qatar hanyalah masalah sistem, dan struktural. Bahkan FIFA juga membuka lowongan untuk menjadi volunteer untuk membantu merealisasikan Piala Dunia Qatar 2022.

Jadi, Infantino selaku presiden FIFA telah mengumumkan kalau mereka akan melakukan investigasi lebih lanjut dan akan memberikan saksi kepada tuan rumah jika adanya individual yang melakukan hal tersebut. Tetapi Infantino diminta mulai dari federasinya dulu.

Panitia Piala Dunia Meminta Bantuan Federasi Sepak Bola Jerman dan Manajer Inggris

Melihat isu ini yang tampak tidak akan habis, meskipun pagelaran akan segera dimulai pada 21 November hingga 18 Desember tahun ini, pihak panitia telah hubungi federasi sepak bola Jerman serta manajer timnas Inggris untuk bantuan.

Prosedur penegakan HAM akan segera dilaksanakan dengan transparan, tetapi hampir semua negara mempertanyakan kenapa bisa Qatar yang terpilih, ini sangatlah aneh. Di sisi lain, Gareth Southgate tetap mendukung terlaksananya Piala Dunia 2022.

Southgate menganggap ini adalah hal yang sedikit memalukan jika fans sepak bola melewati kesempatan 4 tahun sekali ini karena catatan pelanggaran HAM di sana. Oleh karena “Dukungan” ini, Southgate diminta untuk berdiskusi lebih lanjut terkait isu tersebut.

World Cup kali ini pantas dibilang sebagai salah satu yang paling banyak kontroversi. Saat ini, baru beberapa yang terbuka menceritakan kasus pelanggaran itu. Tetapi pihak panitia 2 telah mengakui kalau memang terjadi banyak pelanggaran.