Pengakuan dari Penyelenggara World Cup Qatar 2022 – Pengakuan diberikan oleh pihak yang menyelenggaraan ajang pertandingan sepak bola World Cup 2022 telah diberikan. Oleh Qatar telah memberikan pengakuan mereka terhadap keadaan dari para pekerja di stadion.

Pengakuan dari Penyelenggara World Cup Qatar 2022

Tentu saja, hal tersebut masih berkaitan dengan proyek pada pembangunan pada lokasi – lokasi stadion. Seperti yang diketahui dengan baik, persiapan menjelang diadakan Piala Dunia 2022 tersebut dilakukan secara maksimal.

Banyak penggemar sepak bola pada seluruh belahan dunia, nantinya akan melihat laga secara langsung di Qatar. Maka dari itu, tidak heran jika persiapan penuh telah dilakukan oleh negara tuan rumah.

Nah, salah satu hal yang dijadikan sorotan adalah mengenai para pekerja di pembangunan dilakukan. Para buruh bekerja melakukan pekerjaan lebih dari jam seharusnya diberikan bagi pekerja secara internasional dalam proyek stadion.

Pernyataan tersebut diberikan sebagai salah satu pengakuan yang muncul setelah berbagai kasus pada area pembangunan. Hal tersebut juga menjadi tindak lanjut dari investigasi lembaga dunia, Amnesti Internasional telah dilakukan.

Berdasarkan dari hasil investigasi telah dilakukan oleh pihak internasional terhadap proyek pembangunan. Dikatakan jika untuk jam kerja dari petugas keamanan sendiri lebih dari 60 jam kerja setiap minggu.

Hal tersebut, tentu saja sudah sangat tidak efektif serta melebihi ketentuan kerja buruh internasional. Pada bagian proyek pembangunan tersebut, terlihat jika pekerja telah dieksploitasi berlebihan ketika melakukan pembangunan.

Jatah Libur Pekerja Stadion World Cup 2022 Tidak Diberikan

Selain aturan mengenai jam kerja yang berlebih tadi, kemudian untuk jatah libur juga tidak diberikan. Dikatakan jika untuk para pekerja sendiri tidak segera mendapatkan jatah libur mereka dalam waktu panjang.

Dikatakan hampir berbulan – bulan hingga bertahun – tahun mereka tidak segera diberikan jatah libur. Kedaan tersebut tentu saja sangat memprihatinkan dengan tidak memenuhi standar buruh atau pekerja secara internasional.

Keadaan ini, menjadi salah satu sorotan diberikan terhadap proyek dari Paial Dunia Qatar segera diadakan. Memenuhi deadline dari pembangunan dengan ajang pertandingan pada bulan November 2022 nantinya.

Maka pengerjaan secara lebih cepat tentu dilakukan oleh negara penyelenggara dari turnamen. Nah, namun dalam hal ini mereka sudah terlalu memberikan eksploitasi terhadap para buruh bekerja di area pembangunan.

Diketahui jika dari penyelenggara tersebut terdapat sebanyak 3 perusahaan ikut berkontribusi. Dalam hal ini, dikatakan untuk proyek pembangunan fasilitas dalam ajang Piala Dunia 2022 dapat berlangsung nantinya.

Melihat dari laporan telah diberikan, aksi eksploitas dari para buruh terus berlanjut pada area pembangunan stadion. Keadaan tersebut, tentu memberikan citra buruk terhadap Qatar sendiri sebagai negara tuan rumah.

Padahal, dari pelaksana untuk turnamen sepak bola internasional Piala Dunia juga telah memberikan peraturan. Peraturan diberikan tersebut, menjadi pelindung serta pencegahan terhadap aksi tidak diharapkan seperti stadion World Cup Qatar.

Pemberian Hak Buruh untuk Beristirahat

Dari Piala Dunia juga telah memberikan perlindungan terhadap kesehatan juga keselamatan kerja. Hal tersebut telah dilakukan sejak tahun 2014 lalu, di mana ajang pertandingan internasional serupa juga diadakan.

Tentu saja, mengenai kondisi di Qatar ini menjadi sebuah sorotan bagi dunia internasional. Seperti yang diketahui ajang pertandingan merupakan sebuah event besar di mana partisipan seluruh dunia mengikutnya.

Maka dari itu, tidak heran jika ada sedikit permasalahan, maka akan dikomentari oleh seluruh dunia. Oleh karenanya untuk masalah eksploitasi buruh tersebut, juga harus segera dapat ditangani secara lebih maksimal.

Seperti yang diketahui, jika pada tahun 2014 lalu, merupakan tahun keempat di mana Qatar terpilih sebagai tuan rumah. Nah, dalam ajang World Cup 2022 tersebut, Qatar terus melakukan persiapan menyambut perlombaan.