Bagi tim liga 2 tahun 2021 ini, ada sejumlah lima tim mendapatkan sanksi di antaranya KS Tiga Naga, kemudian ada PSMS Medan, lalu Persis Solo, ada juga Dewa United, dan juga bagi tim Sriwijaya FC.

Penyelenggaran dari komite Disiplin khusus telah dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2021 lalu, ada tim yang dinyatakan bersalah yakni Sriwijaya FC. Kesalahan dari Sriwijaya tersebut akibat melakukan dua jenis pelanggaran, di mana kedua pelanggaran yang menyebabkan memperoleh sanksi.

Pelanggaran tersebut mulai pertama adalah mengenai kick off terjadi terlambat dilakukan di babak kedua ketika sedang melawan PSMS Medan. Kejadian ini terjadi pada tanggal 30 November bulan lalu, atau membayar sejumlah denda dengan nilai sejumlah Rp 30.000.000.

Sanksi Pelanggaran dari Beberapa Tim KS Tiga Naga

Selain adanya kesalahan dari salah satu tim di atas, ada juga klub lainya yang mendapatkan kartu kuning karena tingkah lakunya pasti sangat buruk. Yakni ketika ada 5 orang pemain ketika melawan KS Tiga Naga, atau dikenai denda dengan nominal sama, yaitu sebesar Rp 50.000.000.

KS Tiga Naga
KS Tiga Naga

Begitu halnya yang sudah dialami oleh PSMS Medan, keterlambatan yang dialaminya dalam kick off menjadikan denda pada timnya harus dibayarkan. Denda tersebut dimulai dari nominal Rp 30.000.000, bahkan ada beberapa tim lain tentu mengalami hal serupa dalam memperoleh sanksi tersebut.

Hal ini terjadi juga bagi Persis Solo dan juga Dewa United, mereka melakukan kesalahan yang sama, ketika para 5 orang pemain memperoleh sanksi kartu kuning di dalam sebuah pertandingan. Kedua tim ini akhirnya harus mendapatkan hukuman denda dalam jumlah Rp 50.000.000.

Mengenai beberapa tim di atas, ada juga para tim lainya banyak mendapatkan sanksi lebih banyak dari keduanya. Yakni pada tim KS Tiga Naga, pada klub satu ini paling banyak mendapatkan sanksi dari beberapa tim yang sudah disebutkan di atas, pemain lebih dari satu persatu mendapat pelanggaran.

Karena totalnya sendiri, ada berjumlah 4 orang pemain official KS Tiga Naga tersebut akan memperoleh sanksi. Sanksi ini didapatkan karena adanya penyerangan pasti dilakukan oleh para perangkat pertandingan, serta kejadian ini terjadi pada tanggal 29 November lalu.

Peristiwa tersebut terjadi tepatnya ketika mereka bertanding melawan Semen Padang dan pertandingan yang mereka lakukan berakhir. Pada kejadian tersebut ada total 4 nama mereka memperoleh denda, bahkan adanya sanksi juga dalam melakukan aktivitas bagi mereka.

Sejumlah Pemain yang Mendapatkan Sanksi

Di atas sudah disebutkan bahwa ada 4 jumlah pemain yang mendapatkan sanksi sampai mereka tidak diperbolehkan melakukan aktivitas. Mengenai 4 orang pemain tersebut, mulai dari Feryandes Rozialta (Pelatih Kepala), kemudian ada Beni Setiadi (Asisten Pelatih), lalu Andria Shayputra yang merupakan Kitman, dan Herlinzon Herly seorang Masseur.

Hukuman denda didapatkan oleh beberapa nama yang sudah disebutkan di atas, begitu juga tentang larangan beraktivitas juga mereka dapatkan. Jika dijabarkan mengenai hukuman dari masing-masing pemainya adalah sebagai berikut ini, simak dengan baik jika anda penasaran.

Dimulai dari hukuman yang ditimpakan oleh Feryandes Rozialta yang dilarang beraktivitas selama 36 bulan, dan denda dalam jumlah 25.000.000. kemudian ada Beni Setiadi, mendapatkan larangan beraktivitas selama 24 bulan dan denda bernilai 10.000.000.

Selanjutnya untuk Beni Setiadi memperoleh larangan selama 24 bulan untuk tidak melakukan aktivitas. Kemudian denda senilai 10.000.000, dan bagi Andri Syahputra larangan 24 bulan dan juga denda dalam besar yang sama, yakni Rp 10.000.000.