Saat ini, perdebatan mengenai adanya seorang Lionel Messi untuk bisa layak mendapatkan Ballon d’Or 2021 masih ramai diperbincangkan. Bahkan di kalangan para pesepakbola sendiri, kemudian di kalangan bandit, begitu halnya bagi beberapa pihak eks pemain juga ramai memperdebatkan hal tersebut.

Bahkan beberapa pihak berpendapat jika Lionel Messi sendiri, sudah merampok adanya perolehan trofi dari posisi pemain terbaik yang ada pada saat ini. Dia dianggap telah merampok ballon tersebut dari seorang pemain legendaris bernama Robert Lewandowski.

Meskipun dia sudah berhasil mendapatkan juara atas Copa America dan juga berhasil seluruh penghargaan individu paling bergensi. Namun ada cela yang terdapat pada dirinya di mata yang lain karena adanya tambahan gelar Copa del Rey dan tidak adanya hasi memuaskan pada start musim awal pertandingan.

Dua Bek Legendaris Perampok Ballon d’Or

Kedua pemain selain dari cerita Messi di atas adalah Fabio Cannavaro dan juga pada Matthias Sammer. Keduanya berhasil merebut Ballon d’Or sama seperti pada cerita dari seorang Messi yang sudah tersebut di atas, terlepas dar cerita seorang Messi yang merebut d’Or dari Lewandoski.

Fabio Cannavaro
Fabio Cannavaro

Bagi Lewandowski sendiri, atas prestasinya yang luar biasa selama tahun 2020, justru tidak mendapatkan apresiasi apapun. Padahal ia memiliki beberapa pencapaian luar biasa pada tahun kemaren, saat ajang Ballon d’Or tidak diadakan karena masih terjadi adanya pandemi.

Bahkan pada sebuah saluran twich yang muncul beberapa hari belakang milik Timnas Italia mengatakan bahwa memberikan trofi 2020 kepada Messi saat ini merupakan sebuah skandal. Ia menganggap bahwa trofi tersebut lebih pantas untuk diberikan kepada Lewandowski saja seharusnya.

Namun selain kejadian skandal dari Messi, ada juga skandal lainya yang tidak kalah tenar pada masa tersebut. Yakni pemberian trofi Ballon d’Or kepada Matthias Sammer dan juga bagi Fabio Cannavaro, justru banyak yang menganggap lebih pantas diberikan kepada Paolo Maldini saja.

Matthias dan juga Fabio memang berhasil tampil secara bagus selama sebulan sebelum mendapatkan trofi tersebut. Namun hal itu tidak dapat menandingi adanya penampilan dari apa yang sudah Maldini capai selama melakukan pertandingan yang ia kerjakan di musim terakhir.

Kedunya merupakan defender jagoan pada masing-masing jamanya sendiri. Summer sendiri sudah pernah memperoleh Ballon pada tahun 1996, kemudian bagi Canavaro sendiri sudah pernah memperoleh trofi tersebut di tahun 2006 lalu, hal ini menjadikan sebuah keistimewaan tersendiri.

Mendapat Kejuaraan di Musim Berbeda

Perlu diketahui di tahun yang bersangkutan tersebut, Sammer sendiri sudah berhasil mendapatkan juara pada Bundesliga yang membersamai Borussia Dortmund serta Euro di tahun 1996. Hal ini sudah berhasil ia dapatkan ketika bersama dengan pemain timnas dari Jerman.

Sementara adanya hal tersebut, perolehan dari Cannavaro sendiri sudah berhasil mendapatkan kampiun pada Liga Italia yang berada di Juventus. Bahwa perolehan dari piala Dunia di tahun 2006 silam merupakan kapten timnas ini berasal dari negara Italia.

Bahkan menurut pendapat dari Cassano sendiri, penampilan dari Maldini sudah jauh di atas penampilan tersebut diberikan dari Sammer bahkan Cannavaro sendiri. Namun masih sangat disayangkan, keberadaan legend tersebut sampai saat ini masih belum mendapatkan gelar Ballon d’Or satu saja.

Kedudukan dari Maldini yang paling tinggi adalah ketika ia berhasil menduduki peringkat ketiga pada tahun 1994 dan juga di tahun 2003. Ia sudah memberikan penampilan sebanyak 8 final pada Liga Champions, dan melakukan permainan selama 25 tahun di level absolut.