Tim Italia gagal dibawa Roberto Mancini untuk lolos Piala Dunia 2022 di Qatar mendatang. Mancini sebelumnya berhasil membawa Italia menjuarai pertandingan Euro 2020. Sedangkan di babak kualifikasi, tim ini hanya menduduki posisi runner up grup C zona Eropa.

Tim pemenang babak kualifikasi grup C zona Eropa dan berhasil menggeser kedudukan Italia adalah Swiss dengan skor 4-0 melawan Bulgaria di Swissporarena. Agar bisa berada pada posisi aman, Italia harus memenangkan dua babak play off.

Gli Azzuri harus bertemu dengan Makedonia Utara dan berkemungkinan melawan Portugal di babak final untuk memperebutkan tiket menuju Qatar. Mancini mengungkapkan bahwa Italia berpeluang lolos menuju Piala Dunia 2022.

Roberto Mancini Optimis Bisa Membawa Italia Memenangkan Babak Play Off

Mancini mengatakan bahwa timnya merasakan beberapa penyesalan atas hasil akhir yang membuat mereka tidak bisa lolos Piala Dunia. Padahal, menurutnya Italia pantas untuk lolos langsung.

Namun, namanya olahraga sepak bola ada yang menang dan tidak. Mancini mengungkapkan bahwa timnya pantas menyelesaikan putaran lebih awal. Lawan babak play off ditentukan dari hasil undian.

Untuk tim Italia hasilnya akan melawan Makedonia Utara pada pertandingan babak play off pertama. Jika berhasil memenangkannya, maka akan berkemungkinan bertanding sengit melawan Portugal.

Dengan syarat keduanya harus berhasil mengalahkan lawan masing-masing pada babak semi final. Portugal harus memenangkan pertandingan play off pertama melawan Turki. Roberto Mancini optimis bisa membawa Italia memenangkan babak play off.

Meskipun ia tahu pasti akan sulit untuk melawannya. Italia cukup mendominasi pada pertandingan di Basel melawan Swiss, namun hasil imbang tidak bisa membawa mereka lolos langsung menuju Piala Dunia. Untungnya masih ada kesempatan untuk bisa pergi menuju Qatar.

Roberto Mancini
Roberto Mancini

Faktor yang Membuat Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2022

Faktor pertama yaitu tidak dapat memanfaatkan momentum dengan baik. Pada pertandingan pertama, tim ini berhasil memenangkan tiga turnamen awal. Namun, turnamen keempat dan kelima, mereka menghasilkan skor imbang ketika melawan Bulgaria serta Swiss.

Kegagalan lainnya dalam memanfaatkan momentum yaitu pada turnamen kesembilan ketika menjamu Swiss di Olimpico, Roma. Hasil imbang 1-1 membuat Italia tidak bisa lolos langsung. Faktor berikutnya adalah padatnya jadwal yang dimiliki oleh Gli Azzuri.

Italia dalam agenda Internasional selalu bermain selama kurun waktu 2 tahun. Sedangkan dalam lima bulan terakhir, mereka bermain di tiga turnamen yaitu Euro, UEFA Nations League serta kualifikasi Piala Dunia.

Pemain utamanya adalah atlet inti di setiap klub. Formula the winning team yang ada, akan mengubahnya jika satu pemain mengalami kelelahan fisik. Jadi, jadwal padat tersebut akan menguras fisik dan mental para pemain.

Apalagi perbedaan kualitas tim utama dan cadangan cukup jauh. Situasi ini akan membuat pemain utama sulit tergantikan ketika ada yang absen. Sebagian besar masalah yang terjadi berkaitan dengan fisik.

Bermain dua tahun tanpa henti, membuat tim ini mengalami banyak cedera yang akhirnya formasi harus berubah. Kondisi kehilangan pemain dan memanggil yang lainnya untuk menggantikan. Faktor terakhir adalah masalah cedera.

Pasalnya, di turnamen yang krusial, beberapa pemain utama harus mengalami cedera. Seperti di turnamen kesembilan dan kesepuluh, Italia mengalami cedera pada pemain Ciro Immobile, Giorgio Chiellini dan Marco Verratti.

Kondisi ini membuat Mancini terpaksa harus mengubah formasi the winning tim. Akhirnya memberikan hasil hilangnya chemistry di lini belakang, tengah maupun serang.

Beberapa faktor tersebut membuat Italia akhirnya harus berjuang kembali di babak play off. Italia akan bersaing memperebutkan tiga tiket tersisa menuju Qatar bersama 11 negara lainnya.