UEFA secara terang-terangan menolak rencana ini dan menganggap bahwa Piala Dunia setiap 2 tahun akan mengundang 4 macam bahaya nyata dan kini mengundang banyak kontroversi.

Piala Dunia Setiap 2 Tahun Akan Mengubah Format

Rencana sepak bola pria dan wanita digelar 2 tahun sekali ini tentu saja mengubahb format turnamen 4 tahunan.

Tidak ada keputusan pasti mengenai bagaimana seharusnya kompetisi ini dijalankan dan tenggat waktu berapa lama yang paling efektif.

Namun, karena sebelumnya Piala Dunia selalu digelar setiap 4 tahun, untuk merubah ke sistem 2 tahun pasti akan sangat berbeda.

Ada juga yang menganggap ini sebagai lahan bisnis dari FIFA dan orang yang memiliki kepentingan lainnya.

Sehingga UEFA mengeluarkan pernyataan tegas kepada FIFA bahwa rencana untuk menyelenggarakan Piala Dunia setiap 2 tahun akan mengundang bahaya.

Apa Saja Bahaya Menurut UEFA?

UEFA secara tegas menyuarakan pendapatnya kepada FIFA bahwa seharusnya melakukan konsultasi yang tepat daripada pengumuman media yang belum diperlukan.

Klub, asosiasi, liga, dan serikat pemain banyak yang menganggap ini adalah perubahan radikal.

Presiden UEFA menyatakan perasaannya dalam proposal tersebut dengan menekankan bahwa ada setidaknya 4 bahaya nyata yang akan terjadi jika rencana tersebut direalisasikan.

Surat yang ditulis oleh Aleksander Ceferin ini secara langsung menyinggung rencana ini.

Ceferin menganggap rencana perubahan yang diusulkan oleh Arsene Wenger ini akan membuat menurunnya nilai turnamen, terkikisnya peluang olahraga untuk tim nasional yang lebih lemah, resiko bagi pemain, dan juga resiko untuk masa depan turnamen ini.

Pengumuman media yang begitu kencang tentang turnamen satu ini mempelajari hasil terperinci.

Namun UEFA sangat kecewa dengan pengambilan keputusan komite olahraga internasional mengaku lebih menggunakan pendekatan komprehensif daripada spekulatif.

Ini sekaligus menyinggung perhatian UEFA terhadap turnamen dunia yang jika dilakukan setiap dua tahun, ketenaran dari Piala Dunia akan juga turun.

Sementara jika menggunakan metode waktu 4 tahun sekali, semua orang akan selalu antusias untuk menunggu turnamen itu.

Saat ini, FIFA telah mengirimkan surat untuk meminta UEFA untuk setuju akan rencana ini.

Tetapi pendirian UEFA yang secara tegas menolak pernyataan ini tampaknya tidak akan setuju. Bahkan, UEFA akan menolak segala bentuk konsultasi dan ajakan dari FIFA.

Apakah Perlu Piala Dunia setiap 2 tahun?

Saat ini, tim FIFA sudah gencar untuk memulai pencarian calon tuan rumah yang sekiranya siap untuk menggelar ajang dua tahunan ini dimulai dari tahun 2028 nanti.

Tepatnya setelah Piala Dunia 2026 yang akan menjadikan USA sebagai tuan rumah sekaligus penyelenggara turnamen.

Adapun bahaya nyata yang disampaikan oleh UEFA ini dapat diselesaikan dengan masalah konsultasi dan rapat bersama.

Memang, UEFA sendiri menyarankan untuk tidak membuat masalah dengan mengurus jadwal yang sangat padat, seperti piala dunia 2 tahunan ini.

Namun, FIFA yang bersikeras menganggap kalender FIFA masih banyak yang bisa diisi dengan agenda turnamen dunia ini dan ini juga akan membawa banyak manfaat untuk para tim nasional baik laki-laki maupun perempuan untuk mencapai kemajuan sepak bola mereka.

Polemik antara UEFA dan FIFA dimulai sejak rencana untuk menyelenggarakan piala dunia setiap 2 tahun sekali itu diusulkan.

Tidak ada perbincangan dengan federasi, dan FIFA hanya mengumumkan.

UEFA juga menolak dengan menganggap akan mengundang bahaya.

Baca juga : Kualifikasi Piala Dunia 2022