Kemenangan Spanyol Atas Kosta Rika Buat Rekor Baru

By adminpialadunia

Kemenangan Spanyol atas Kosta Rika di Al Thumama Stadium pada 23 November 2022 membuat La Furia Roja mencetak sejarah baru di Piala Dunia. Menang dengan skor 7-0 adalah kemenangan besar sepanjang penampilan mereka di turnamen akbar sepak bola empat tahunan tersebut. Rekor itu melampaui kemenangan mereka dengan skor 6-1 atas Bulgaria pada edisi tahun 1998.…

Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia Kembali Menghantui Prancis

By adminpialadunia

Tim nasional (Timnas) Prancis datang ke Piala Dunia 2022 dengan ambisi tinggi buat mempertahankan gelar juara yang diraih empat tahun silam. Jika melihat para pesaing di Grup D, Prancis sangat berpeluang untuk lolos dari babak grup. Anak asuh Didier Deschamps bakal bersaing dengan Denmark, Tunisia, dan Australia.   Namun, Prancis dihadang kutukan sang juara bertahan.…

Para Pemain Muda yang Namanya Melejit Berkat Piala Dunia

By adminpialadunia

Gelaran Piala Dunia selalu menghadirkan nama pemain muda yang mampu tampil memukau. Paling mencolok adalah performa James Rodriguez bersama Timnas Kolombia di Piala Dunia 2014. James yang saat itu masih berusia 21 tahun, mampu menyumbang empat gol buat Kolombia selama turnamen berlangsung. Lantas, kegemilangannya membuat karier James melejit. Tim besar benua Eropa berbondong-bondong tertarik memakai…

Mengenang Kesuksesan Jerman di Piala Dunia 2014

By adminpialadunia

Piala Dunia 2014 lalu, Tim Nasional (Timnas) Jerman membuat sejarah sebagai tim asal Eropa pertama yang mampu memenangkan Piala Dunia di Benua Amerika. Die Mannschaft tampil sangat mendominasi di ajang sepakbola sejagat ini. Bermula dari mereka tidak pernah mengalami kekalahan di fase grup. Jerman lolos sebagai pemuncak grup di atas Portugal, Ghana, dan Amerika Serikat. Kemudian melaju ke fase gugur, Jerman melibas Aljazair di babak 16 besar. Lalu, mereka bisa menyingkirkan Prancis di perempat final. Momen paling memukau terjadi di semifinal, skuat Der Panzer melumat tuan rumah Brazil. Tak tanggung-tanggung pasukan negeri Samba dihajar dengan skor telah 7-1 Padahal Brazil menjadi salah satu tim favorit juara mengingat selalu menang di babak sebelumnya. Sampailah di babak final. Anak asuh Joachim Low bertemu dengan tim Amerika Latin lainnya, Argentina. Pada akhirnya Jerman menghancurkan mimpi Lionel Messi untuk mengangkat trofi Piala Dunia pertamanya. Catatan gemilang Jerman di Piala Dunia 2014 seakan membekas sampai sekarang. Kendati mereka tampil buruk empat tahun setelahnya, tapi keperkasaan Jerman di Brazil tak terlupakan. Salah satu alasan Jerman bisa memenangkan Piala Dunia 2014 adalah dengan adanya pemain bintang di setiap lini Timnas Jerman. Meskipun tidak ada mega bintang seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi, Timnas Jerman bermain sangat efektif. Skuat didikan Joachim Low diisi pemain efektif dan punya kedalaman skuad sampai bangku cadangan. Bisa dibilang, Joachim Low bisa dengan mudah memilih pemain untuk dimainkan. Komposisi pemain Jerman masa itu berisikan pemain top penuh pengalaman dipadu dengan pemain muda bertalenta. Ada nama-nama seperti Bastian Scheweinsteiger, Philipp Lahm, dan pencetak gol terbanyak Piala Dunia yakni Miroslav Klose. Sementara itu, pemain muda di skuat Jerman ada Muller, Mesut Ozil, Jerome Boateng, Toni Kroos, dan Mario Gotze, yang menjadi pahlawan jerman di final. Di posisi penjaga gawang, ada tembok kokoh bernama Manuel Neuer. Jauh sebelum bergulirnya Piala Dunia 2014, namanya sudah meroket dalam jajaran kiper ternama dunia. Setelah menjuarai Piala Dunia, Neuer mengukuhkan dirinya sebagai kiper terbaik tahun itu dengan mendapatkan Golden Glove. Uniknya, Neuer tidak hanya bisa menjadi shot–stopper handal, ia juga bisa mengisi celah bek Jerman dengan menjadi sweeper. Pemain yang kini telah berusia 36 tahun ini tak ragu buat berlari ke depan untuk menyapu bola. Dengan lengkapnya susunan pemain menjadikan alasan Jerman bisa menguasai Piala Dunia 2014. Peran Joachim Low sebagai juru taktik sangat krusial. Timnas Jerman patut berterima kasih kepada Joachim Low terhadap bagaimana ia meracik taktik di setiap pertandingan. Seperti pada pertandingan melawan Prancis. Di tengah jalannya laga, Low mengubah formasi dari 4-3-3 ke 4-2-3-1 Selain itu, ia juga kerap mengambil keputusan yang tepat dengan pergantian pemain yang efektif. Namun, perlu diingat, kesuksesan Jerman tidak instan. Benih tim sudah dipersiapkan jauh bertahun-tahun sebelumnya. Mulai dari penampilan terburuk mereka pada Euro tahun 2000, Der Panzer tidak bisa lolos dari penyisihan grup. Mirisnya, mereka hanya bisa meraup satu poin dari tiga laga yang buat mereka menjadi juru kunci. Nah, sejak itulah Jerman bertekad untuk memperbaiki tim agar tidak mengulang kejadian memalukan tersebut. Dimulai dari pembenahan akademi sepakbola dari usia dini. Memperbaiki sistem latihan para pemain muda berbakat. Lalu berusaha mengembangkan pemain yang punya teknik tinggi. Selang sepuluh tahun kemudian, benih itu tumbuh. Hasilnya, Jerman bisa memproduksi para pemain muda seperti Muller, Mario Gotze, Toni Kroos, Reus, dan Ozil. Jurgen Klinsmann merupakan sosok penting dibalik cerahnya sepakbola Jerman saat itu. Lantas, apakah kesuksesan Timnas Jerman di Piala Dunia 2014 dapat terulang kembali di Piala Dunia Qatar mendatang?